Minggu, 17 Mei 2026 WIB

Pembangunan Pariwisata Berbasis Budaya, Gubri Ajak Asita Bersinergi

Harijal - Sabtu, 20 Agustus 2016 19:05 WIB
Pembangunan Pariwisata Berbasis Budaya, Gubri Ajak Asita Bersinergi
humas riau
1. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat memimpin upacara HUT Riau Ke 59, 9 Agustus 2016.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Riau kaya akan alam yang berlimpah, Riau juga ternyata memiliki potensi pariwisata yang cukup besar dan bisa dipromosikan hingga ke manca Negara. Untuk itu sejalan dengan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun 2015, Pemerintah Provinsi Riau akan mengepakkan sayap pada sektor pariwisata berbasis budaya.

Terobosan baru yang dirasa tepat ketika ditengah-tengah MEA ialah dengan mengangkat nama Riau melalui wisata berbasis budaya. Hal ini dikarenakan MEA akan diwarnai puluhan juta masyarakat Asean yang akan berpariwisata, baik itu berbasis olahraga maupun budaya.

Menurut Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Riau memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata, hanya saja untuk mengangkatnya perlu gencar dilakukan pemasaran. Masih banyak wisata-wisata Riau yang belum dikenal masyarakat luas karena kurangnya promosi.

Baca Juga:

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini gencar mempromosikan pariwisata di Riau dengan konsep wisata berbasis budaya.

Menurut Gubri, kebudayaan masyarakat Riau yang sangat kental dengan ciri khas melayu, akan menjadi terobosan baru sektor pariwisata. Dimana beberapa iven budaya yang telah dilaksanakan dibeberapa kabupaten yang ada di Riau ternyata mampu meningkatkan kunjugan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Baca Juga:

Kebudayaan yang tak kalah menarik perhatian adalah ritual bakar tongkang. Ketika tradisi ini dilaksanakan, kota Bagansiapiapi akan dipadati komunitas Tionghoa. Perantau sukses yang tersebar di Eropa, Amerika, Australia maupun Asia akan berbondong-bondong pulang untuk mengikuti ritual tersebut.

Riau juga memiliki situs budaya Budha, yakni Candi Muara Takus yang terletak di Kabupaten Kampar. Situs ini setiap bulannya dikunjungi 2.500-3.500 orang. Para Bikshu se-dunia sering datang dan melakukan kongres serta ritual agama Budha di Candi Muara Takus. Situs ini menurut sejarah merupakan situs awal Kerajaan Sriwijaya.

Destinasi menarik lainnya yang dimiliki Riau adalah, situs Kerajaan Melayu, Kerajaan Siak Sri Indrapura. Istana yang dirancang arsitek asal Jerman ini dibangun oleh Raja Siak XI pada 1889 dan rampung pada 1893. Luas bangunan sekitar 1.000 meter persegi di tengah lahan seluas 32.000 meter persegi dengan ciri khas Melayu, Eropa, India dan Timur Tengah.

Dan masih banyak lagi potensi pariwisata di Riau yang saat ini belum terekspos secara maksimal, ini membangkitkan optimisme bahwa kedepan, provinsi Riau akan mampu bersaing dengan provinsi lain dalam sektor pariwisata.

Gubri Ajak Asita Bersinergi

Turunnya Dana Bagi Hasil (DBH) Provinsi Riau dari Pemerintah Pusat membuat Pemprov Riau harus memutar strategi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan di Bumi Lancang Kuning.

Salah satu trobosan yang sedang digalakkan Pemprov Riau yakni promosi destinasi pariwisata, baik wisata religi, belanja maupun alam. Potensi-potensi tersebut diyakini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang saat ini melemah.

Masih kata Gubri, cita-cita Pemprov Riau ingin menjadikan Riau sebagai tujuan wisata. Optimis Gubri ini didukung dengan adanya potensi wisata di Riau yang lengkap. Hanya saja saat ini masyarakat lupa akan potensi tersebut, dan terfokus mengunjungi wisata di provinsi tetangga, Jawa, Singapura dan Malaysia.

"Karenanya, saya berharap Asita Riau dalam menyusun program dapat memandang jauh potensi wisata Riau. Mari sama-sama kita wujudkan Riau sebagai The Homeland Of Melayu," pintanya.

Sementara itu, Penasehat Asita Riau Ibnu Masud menyatakan siap mendukung dan bersinergi dengan Pemprov Riau dalam mempromosikan wisata Riau.

"Kita siap dorong, dan kita minta pemerintah fokus dalam menggali maupun mempromosikan sektor pariwisata Riau. Sekarang respon pemerintah sudah bagus, seperti Siak sudah fokus," katanya.

Dia mengakui, dengan adanya dorongan Pemprov Riau terhadap sektor pariwisata, dalam dua tahun belakangan jumlah orang datang berkunjung ke Riau semakin meningkat. Misalnya saja, Pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur Malaysia setiap hari selalu penuh saat mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru, dan rata-rata pengunjungnya 60 pesen orang Malaysia.

"Ini bukti nyata. Apa yang disampaikan Gubri itu sesuai realita kalau jumlah pengunjung ke Riau semakin meningkat. Kita juga menyadari, tanpa adanya sinergi Asita dengan Pemprov Riau, sulit untuk mempromosikan potensi wisata Riau. Namun jika Pemprov fokus, kita siap mendorong," pungkasnya.(ADV/ade)

SHARE:
beritaTerkait
Dua Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Jembatan Empat Balai Sungai Kampar Ditemukan Malam Tadi
Ratusan Pasien di Puskesmas Simpang Tiga Diperiksa Satu Dokter, Antrean Sampai 3 Jam
Polemik PPDB MTsN 2 Inhil, Penasehat PPWI Inhil Zulkifli Minta Transparansi dan Evaluasi
Aparat Lambat Tutup Warung Remang-Remang Cafe KE Lipat Kain, Warga Nyatakan Siap Turun Tangan
Kapolsek Kandis Cup 2026 Resmi Ditutup, Ajang Pererat Silaturahmi dan Lahirkan Atlet Berbakat
Modus Kunjungi Saudara, Pengiriman PMI Ilegal di Dumai Terbongkar
komentar
beritaTerbaru