Rabu, 07 Oktober 2026 WIB

Trilogi Pembangunan Kota Pekanbaru, Wujudkan Kota Metropolitan Madani

Harijal - Selasa, 03 Mei 2016 12:05 WIB
Trilogi Pembangunan Kota Pekanbaru, Wujudkan Kota Metropolitan Madani
Humas Pekanbaru
Trilogi Pembangunan Kota Pekanbaru, Wujudkan Kota Metropolitan Madani

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Jika di Zaman Orde baru, Mantan Presiden RI ke II, Suharto dalam membangun Indonesia menerapkan Trilogi Pembangunan jangka pendek dan jangka panjang yang lebih dikenal dengan Pembangunan lima tahun (Pelita). Pemerataan pembangunan menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Dengan unsur-unsur yang tercemin dalam Trilogi pembangunan dikembangkan secara selaras, serasi, terpadu, dan saling mengait.

Selanjutnya, Walikota Pekanbaru DR.H.Firdaus ST,MT dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi MSi, sejak memimpin kota Pekanbaru, terus mencurahkan segala kemampuannya dengan mencetuskan berbagai progam unggulan, antara lain, program Pekan-Sikawan, Pekanbaru kota pintar, kota layak hidup serta kota ramah lingkungan (green city). Tiga Program Strategis Pembangunan Kota Pekanbaru.

Dan di tahun 2015 Walikota Pekanbaru Firdasu ST,MT kembali mencetuskan Trilogi Falsafah Pemerintah Pemko Pekanbaru. Semua terobosan ini tentunya bertujuan untuk mewujudkan impiannya dan cita-cita warga kota pekanbaru. Yakni, mewujudkan Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang Madani.

Baca Juga:

Walikota Pekanbaru, Firdaus,ST.MT menerapkan Trilogi dengan Falsafah Kerja Pemerintah Kota Pekanbaru. Yakni, 1. Dimensi Akhlak, dengan lingkup Profesional, Amanah, Santun(PAS). 2. Dimensi Karakter, Disiplin,Kreatif, Inovatif (DKI). Dan ke 3. Dimensi Kualitas. Mampu dan mau Bekerja keras, Bergerak cepat dan Bertindak cepat dan tuntas(MBB). Yang dipopulerkan dengan singkatan “PAS DKI MB2”.

Trilogi Pembangunan menjadi salah satu instrumen pemersatu energi bangsa yang dipergunakan Walikota Pekanbaru Firdaus ST,MT dalam membangun Pekanbaru. Trilogi pembangunan merupakan visi kedaulatan dan kemandirian ekonomi masyarakat kota Pekanbaru.

Baca Juga:

Dalam setiap kesempatan, Walikota Pekanbaru Firdaus ST,MT selalu mengkampayekan dan mendengungkan Trilogi Falsafah Kerja Pemerintah Kota Pekanbaru. Mulai dari pejabat dan pegawai dilingkungan Pemko Pekanbaru, tokoh Agama, Tokoh Adat, RT/RW, organisasi Kepemudaan dan masyarakat.
Terutama kepada pejabat dilingkungan Pemko Pekanbaru, bahkan setiap pelantikan pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru, Walikota Pekanbaru selalu mengingatkan para pejabat yang dilantik, agar dalam menjalankan tugas, harus bekerja dengan Trilogi Pemko Pekanbaru.

Bahkan trilogi dipajang diberbagai sudut kota Pekanbaru, agar masyarakat mengetahui filosofi kerja pemerintah kota Pekanbaru. Supaya masyarakat bisa mengerti dan memahami. Dengan demikian para pejabat maupun pegawai dilingkungan pemerintahannya, senantiasa mengamalkan trilogi tersebut.
"Bekerja baik, sesuai trilogi. Dihapal, jangan sampai Kepala Dinas di masing-masing Satker tidak hapal trilogi. Harus diimplementasikan dalam bekerja, dan bisa melakukan perubahan. Dengan Falsafah Trilogi, Walikota optimis, Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau dan barometer bagi seluruh Kabupaten/Kota se provinsi Riau layak menjadi kota terbaik. Sesuai dengan visi Pekanbaru, mewujudkan Pekanbaru menjadi Kota Metropolitan yang Madani.

Trilogi Dengan Dimensi PAS DKI MBB

Walikota Pekanbaru, Firdaus ST,MT menyadari berkembangnya pembangunan dan meningkatnya perekonomian masyarakat harus diawali dengan akhlak aparatur pemerintahan. Untuk itu dalam setiap kesempatan terutama saat apel gabungan, Walikota selalu menekankan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemko Pekanbaru agar mengacu kepada Trilogi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Sehingga tugas yang dijalankan selesai sebelum batas waktu dengan hasil yang maksimal.

Menurut Firdaus, Trilogi yang dimaksud adalah, pertama dimensi akhlak atau sikap yang merupakan dasar yang menuntun pegawai bekerja secara profesional, amanah dan santun. Artinya, Pegawai harus memahami dan berkomitmen terhadap tugas pokok dan tanggung jawab kita, serta menyadari bahwa kita melaksanakan tugas dengan amanah dan senantiasa bersikap ramah, sopan dan sabar dalam melayani masyarakat.

Integritas diri yang menuntut pegawai agar disiplin, kreatif dan inovatif, yang artinya pegawai harus taat aturan, taat azas dan cerdas melihat serta memanfaatkan peluang dan mampu menjadikan peluang sebagai terobosan yang efesien dan kreatif. Sementar metode dalam melaksanakan tugas. Yakni, bekerja keras, bergerak cepat dan bertindak tepat dan tuntas. Yang artinya, pegawai dituntut memiliki semangat dan inovatif yang tinggi dalam menjalankan tanggung jawab.

Walikota Pekanbaru Firdaus ST,MT ingin seluruh aparatur sipil Pemko Pekanbaru dapat mengaplikasikan trilogi dalam menjalankan tugas pokok.
Peningkatan SDM Pegawai Negeri Sipil Pemko Pekanbaru.

Untuk mensukseskan Visi dan Misi Firdaus - Ayat menjadikan Pekanbaru kota Metropolitan Madani, tidaklah hanya dengan omongan saja. Pemerintah Kota Pekanbaru membuat program sebagai acuan guna terwujudnya apa yang menjadi target kedua pemimpin kota Pekanbaru tersebut. Di antara program-program yang digodok Walikota Pekanbaru untuk dicapai, sedikitnya ada tiga program strategis yang di programkan untuk di realisasikan segera, seperti bidang Sumber Daya Manusia (SDM), bidang infrastruktur dan bidang kesehatan.

Sumber daya terpenting yang dibutuhkan untuk kemajuan pembangunan Kota Pekanbaru adalah tersedianya Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang berkualitas. Yakni individu-individu yang memiliki pengetahuan dan teknologi, daya kreasi dan kemauan keras untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Pendidikan berkualitas adalah pilar penting meningkatkan kualitas SDM.

Sumber daya manusia yang handal merupakan modal utama atau merupakan bagian vital dalam strategi bagi pembangunan sebuah bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan output berupa SDM berkualitas yang dapat diandalkan. Hal ini kita dapat belajar dari Negara-negara maju, seperti Amirika, Korea, Jepang dan lainnya. Negara-negara maju tersebut memprioritaskan pembangunan pendidikan, sehingga mereka memiliki SDM yang handal dan berkwalitas.

Karena menurut pola pikir Firdaus, di era globalisasi sekarang ini, tidak bisa memungkiri bahwasanya faktor pendidikan dan ilmu pengetahuan telah menjadi penentu. SDM secara otomatis akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pola pikir seseorang, terutama dalam menerima dan melaksanakan tantangan untuk sebuah pembaharuan.

Konsep tersebut merupakan Modal utama bagi Walikota Pekanbaru Firdaus,MT, untuk mewujudkan Visi dan Misi Firdaus - Ayat, untuk menuju Kota Metropolitan yang Madani. Guna mewujudkan program tersebut, Pemko Pekanbaru melalui unit kerja terkait terus berupaya mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Mulai dari aparatur pemerintahan hingga warga masyarakat Kota Pekanbaru.

Langkah ini tentunya diimbangi dengan anggaran yang disediakan pemerintah kota pekanbaru untuk dunia pendidikan, baik mereka yang tidak mampu maupun yang memiliki prestasi. Banyak peserta didik yang dibantu untuk terus mengembangkan kreasinya hingga menjadi manusia-manusia yang memiliki SDM yang handal nantinya.

Walau disadari, bahwa faktor pendidikan dan ilmu pengetahuan membutuhkan biaya besar. Namun Walikota Pekanbaru, terus berupaya agar SDM aparatur pemerintah dilingkungan Pemko Pekanbaru terus ditingkatkan.

Sudah sangat banyak pancang masa depan yang di cetuskan Wako Firdaus di bumi Pekanbaru selama tiga tahun kepemimpinannya. Selain kawasan Tenayan, Bukitraya, Rumbai Pesisir, dan Rumbai, kawasan lain seperti pusat kota, Panam, dan Payungsekaki juga sudah didudukkan pada peruntukan yang menggembirakan.

Pembangunan Ruh yang sangat kuat dimulai dengan dunia pendidikan. Selain mengikuti kurikulum nasional, Pemko Pekanbaru juga membancuhnya dengan pendidikan budaya aplikatif. Mulai dari sekolah mengaji, gerakan bersepeda ke sekolah, sampai gerakan bank sampah di sekolah serta pengumpulan zakat guru yang disalurkan kepada yang berhak menerima. Selain itu, Pemko juga sudah merancang SMPN Madani yang merupakan sekolah negeri berbasis pondok pesantren.

Walikota Pekanbaru Firdaus ST,MT ingin membangun Pekanbaru benar-benar menjadi kota yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera. Ini merupakan implementasi ungkapan baldatun thoyyibatun warobbun ghafur. Pembangunan keagamaan, melalui organisasi kemasyarakatan seperti Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lainnya, juga digesa. Ini dilakukan supaya Pekanbaru tetap rukun dan damai.

Pekanbaru mendapat predikat sebagai kota yang nyaris tanpa konflik harus dipertahankan dan ditingkatkan.Wako menyadari, semua yang dilakukannya harus mendapatkan dukungan penuh dari masyarakatnya. Karena itu pula, tanpa segan-segan dia selalu mengharapkan dukungan dan aksi nyata dari masyarakatnya. Secara pribadi maupun atas nama Wali Kota, Firdaus selalu membuka diri. Dia selalu membuka pintu rumahnya lebar-lebar untuk berdiskusi dengan masyarakat.(Adv/hmspku)

SHARE:
beritaTerkait
Pasca Karhutla, BPBD PK Riau dan Pekanbaru Sisir Lahan Bekas Terbakar
Harga Cabai Pekanbaru Makin 'Pedas', Pemko Usul Subsidi Angkutan
Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto
Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman
Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar
Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI
komentar
beritaTerbaru