Gelar FGD bersama KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
kabarmelayu.comBANTEN Forum Wartawan Komisi Informasi (ForKI) Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Komisi Informasi Provi
Pemerintahan
Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu diikuti oleh 28 orang peserta dari Johor. Mereka disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Sekretaris Umum MKA Datuk Afrizal Alang, Sekretaris Umum DPH Datuk Jonnaidi Dasa, serta sejumlah pengurus perempuan LAMR.
Dalam sambutannya, Ketua Rombongan H Salahudin mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk menjejaki nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu yang menjadi akar bersama antara masyarakat Riau dan Johor. Ia juga mengapresiasi penyambutan yang dilakukan secara adat.
Baca Juga:
"Jamuan beradat ini sangat luar biasa. Kita duduk beradat, tidak seperti kebiasaan masa kini yang lebih banyak makan di kursi. Budaya Melayu sarat adab dan sopan santun, dan ini perlu dilestarikan," ujar Salahudin.
Ia menyampaikan bahwa rombongan tiba di Riau pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB dan disambut oleh Dinas Pariwisata dengan prosesi adat. Lawatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari tiga malam.
Baca Juga:
Dalam sambutannya, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menegaskan bahwa hubungan antara masyarakat Riau dan Johor bukan semata-mata persoalan sejarah, melainkan juga persoalan darah.
"Secara pribadi, datuk saya berasal dari Muar. Dulu orang Riau kalau ke Johor bilangnya 'menyeberang parit'. Begitulah dekatnya hubungan kita. Seperti kata pepatah, air cincang tak putus," ujarnya.
Datuk Seri Taufik juga menyebutkan bahwa LAMR adalah rumah besar masyarakat Riau, tempat bernaung dan merawat adat istiadat. Ia juga menyinggung tentang silsilah masyarakat Riau yang memiliki sistem patrilineal maupun matrilineal yang lengkap.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa walaupun secara administratif terpisah, Riau dan Johor tetap disatukan oleh akar budaya, bahasa, dan agama yang sama. Keduanya hanya dipisahkan oleh Perjanjian London antara Inggris dan Belanda pada 1824.
Sementara itu Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas kunjungan tersebut. "Kecil telapak tangan, nyilu kami tadahkan. Kami menerima dengan lapang dada," ujarnya.
Ia berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi budaya, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama konkret di bidang kebudayaan, pendidikan, dan ekonomi antara kedua wilayah.
"Semoga dari pertemuan ini ada yang bisa kita kongsikan bersama, baik dalam bentuk program budaya, pertukaran pelajar, maupun bentuk kerja sama lainnya," ujarnya.
Datuk Seri Taufik sebelumnya sempat menyinggung potensi Riau sebagai pusat budaya sekaligus kekuatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh kekayaan sumber daya alam seperti migas dan perkebunan.
Selama pertemuan, suasana berlangsung hangat dan akrab. Sambil duduk berselimput, kedua belah pihak saling berbagi cerita sejarah dan nilai-nilai kultural yang menjadi warisan bersama. Pakaian adat, sapaan adat, serta makan bersama dalam suasana beradat menjadi penegas bahwa Melayu bukan hanya soal identitas, tapi juga tentang nilai hidup yang dijunjung bersama.
Lawatan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara LAMR dan komunitas Melayu di Johor, Muar, serta menjadi pengingat bahwa garis perbatasan tidak pernah benar-benar memisahkan mereka yang bersaudara secara budaya.
kabarmelayu.comBANTEN Forum Wartawan Komisi Informasi (ForKI) Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Komisi Informasi Provi
Pemerintahan
PKS Permata Hijau Indonesia Digugat Aktivis Lingkungan Hidup di PN Rohil
Lingkungan
kabarmelayu.comINHIL Perjuangan panjang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Indragiri Hilir (Inhil) bersama masyarakat akhirnya membu
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Tradisi petang megang menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, tahun ini kembali digelar. Kegiatan tahunan ini
Budaya
Prof. Didik J. Rachbini Mengenang Agus Widjojo Perwira Intelektual Dan Pendorong Demokratisasi TNI
Article
Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam di Indonesia untuk melanjut
Muslim
kabarmelayu.comINHIL Bunda Paud Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang juga Ketua TP PKK Kab Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, S. KM, M.
Pemerintahan
kabarmelayu.comBANTEN Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho meraih penghargaan SIWO PWI Award pada rangkaian puncak peringatan Hari Pers Nasi
Pemerintahan
kabarmelayu.comKAMPAR Bulan puasa Ramadhan 1447 H tahun 2026 sudah di depan mata. Ada perubahan waktu pembelajaran di sekolah, dan waktu p
Pendidikan
kabarmelayu.comROHUL Bentrok berdarah terjadi di areal perkebunan kelapa sawit eks PT BS, Kabupaten Rokan Hulu. Seorang pekerja koperasi d
Peristiwa