Jumat, 31 Juli 2026 WIB

Festival Sampan Layar ke-79 Ketamputih Dimatangkan, Lestarikan Tradisi Melayu Pesisir

Redaksi - Rabu, 17 Desember 2025 14:15 WIB
Festival Sampan Layar ke-79 Ketamputih Dimatangkan, Lestarikan Tradisi Melayu Pesisir
Festival Sampan Layar Ketamputih beberapa waktu lalu.(Foto: Diskominfotik)
kabarmelayu.comBENGKALIS - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis bersama Pemerintah Desa dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Desa Ketamputih, terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Sampan Layar ke-79 Ketamputih. Festival ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 28 Desember 2025 mendatang.

Festival Sampan Layar merupakan agenda budaya tahunan masyarakat Melayu pesisir Desa Ketamputih. Festival ini sarat dengan nilai adat, budaya, serta kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi simbol pelestarian tradisi sekaligus upaya memperkuat jati diri Melayu masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datok Seri Syaukani Alkarim menyampaikan, pelaksanaan Festival Sampan Layar ini sejalan dengan visi dan misi LAMR dalam mempertahankan dan melestarikan adat istiadat, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Melayu.

Baca Juga:

"Festival Sampan Layar bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Kami berharap kegiatan budaya seperti ini mendapat dukungan dari pemerintah, pihak swasta, serta seluruh elemen masyarakat, sehingga ke depan dapat kita dorong menjadi event budaya daerah bahkan nasional," ujar Datok Seri Syaukani.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah mengerahkan daya dan upaya secara maksimal guna menyukseskan pelaksanaan festival tersebut.

Baca Juga:

Sementara itu, Kepala Desa Ketamputih, Suhaimi, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung penuh kegiatan Festival Sampan Layar ke-79 agar dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

"Pemerintah Desa Ketamputih siap memberikan dukungan penuh demi terselenggaranya festival ini dengan baik, sebagai kebanggaan masyarakat dan pelestarian budaya daerah," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua LAM Desa Ketamputih, Akmal, menyatakan bahwa Festival Sampan Layar bukan hanya ajang perlombaan semata, melainkan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Melayu pesisir.

"Festival ini memiliki nilai adat yang sangat kuat. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat, kebersamaan, serta sportivitas antar peserta," ungkapnya.

Adapun rangkaian kegiatan dalam Festival Sampan Layar ke-79 Ketamputih meliputi Kenduri Adat, Penurunan Sampan, Lomba Sampan Layar, serta kegiatan Green Policing sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Di sisi lain, Direktur Bahtera Melayu, Defitri Akbar, selaku kolaborator kegiatan, menilai Festival Sampan Layar memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

"Selain menjaga tradisi, festival ini juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya. Jika dikemas dengan kuliner tradisional dan pertunjukan budaya lokal, tentu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat," jelasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Festival Sampan Layar ke-79 Ketamputih diharapkan dapat menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis.(Diskominfotik)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Perda Pertanggungjawaban APBD Bengkalis 2025 Disahkan,
Tiga Warisan Bersejarah Siak Diuji di Tingkat Nasional
Bupati Kasmarni Terima Penghargaan Komitmen Membangun Kemaslahatan Umat dari MUI Bengkalis
Bupati Kasmarni Serahkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Desa Api-Api
Warga Selat Baru dan Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Beton Durian Bernilai Ekonomi
Bupati Afni Minta DPR RI Beri Perhatian Khusus untuk Renovasi Cagar Budaya
komentar
beritaTerbaru