Jumat, 18 September 2026 WIB

Dunia Konservasi Berduka, Diego Mati di PLG Minas Riau

Redaksi - Kamis, 17 September 2026 11:06 WIB
Dunia Konservasi Berduka, Diego Mati di PLG Minas Riau
Gajah diego yang telah tak bernyawa.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak bernama Diego, mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas. Gajah berusia 17 tahun itu menderita gangguan saluran pencernaan pada Rabu (16/9/2026) siang.

Penanganan medis sempat dilakukan oleh tim dokter hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sebelum satwa tersebut dinyatakan mati.

Plt Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengonfirmasi bahwa penurunan kondisi kesehatan gajah Diego sudah terdeteksi sejak 10 September 2026. Tim medis yang diterjunkan ke lokasi menemukan indikasi cacingan melalui pemeriksaan sampel kotoran.

Baca Juga:

"10 September gajah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Kotoran menceret serta nafsu makan berkurang," terang Plt Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin, Kamis (17/9/2026).

Setelah mendapat pengobatan intensif, kondisi gajah Diego sempat menunjukkan perkembangan positif. Nafsu makan satwa liar binaan tersebut membaik dan kotorannya terpantau kembali normal.

Baca Juga:

Namun kondisi kesehatan Diego kembali memburuk pada 15 September 2026 dengan gejala tidak mau makan, minim minum, dan tubuh melemah. Tim medis BBKSDA Riau kemudian menjadwalkan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

"Tanggal 16 atau hari kedua penanganan, tim mau ambil sampel darah. Tiba-tiba saja gajah Diego terduduk dan tumbang, tidak beberapa saat tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan mati," ujar Ujang Holisudin.

Hasil necropsy mengonfirmasi adanya masalah serius pada organ pencernaan yang menjadi penyebab utama kematian gajah jantan tersebut. Petugas langsung melakukan proses penanganan bangkai sesuai dengan prosedur medis operasional yang berlaku.

"Tanggal 16 atau hari kedua penanganan, tim mau ambil sampel darah. Tiba-tiba saja gajah Diego terduduk dan tumbang, tidak beberapa saat tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan mati," ujar Ujang Holisudin.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ngeri! Nelayan Inhil di Inhil Selamat dari Terkaman Buaya, Bertahan 6 Jam di Atas Pohon
Buaya Terkam Warga di Sungai Sendewo Meranti
Info Kemunculan Harimau di Pasir Putih Kampar Dipastikan Hoaks
Upaya Evakuasi Harimau di Pulau Burung Inhil, BBKSDA Kirim Box Trap ke Desa Danai
Rentang Januari-Juli 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 72 Ekor Ular di Permukiman Warga
Buaya Muara Mengamuk di Desa Undan Inhil, Naik ke Darat Kejar Warga
komentar
beritaTerbaru