Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai
Personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama
Peristiwa
SIAK, kabarmelayu.com - Bupati Siak Drs H Alfedri M.Si menjelaskan, festival Siak Bermadah yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak yang berlangsung selama tiga hari menjadi perekat rumpun Melayu.
Hal ini dikatakan Bupati Alfedri saat menutup Festival Siak Bermadah, Sabtu Malam (12/10/2019) di Panggung Siak Bermadah Jalan Sultan Syarif Kasim Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Siak.
Diawali dengan Pawai Budaya Internasional dari 14 kecamatan se- Kabupaten Siak, ditambah dari Kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Meranti, Rokan Hulu, serta Provinsi di luar Riau yaitu Daik Lingga dari Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam, Jambi, Sumatra Utara, di tambah lagi peserta dari negara tetangga Malaysia yaitu Kualalumpur dan Sabah, kemudian dari Kota Pekanbaru.
Baca Juga:
Dikatakan Alfedri, pawai Budaya Internasional dan penampilan berbagai ragam seni pada iven Siak Bermadah yang dirangkum dengan berbagai acara seni, pada iven yang sama Pemkab Siak juga menggelar acara iven Kabupaten Lestari, inovasi lestari, temu bisnis lestari, dan bincang lestari yang terkait dengan bagaimana mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) agar daerah ini terbebas dari gangguan asap di masa mendatang.
Festival Siak Bermadah ini sudah banyak penampilan yang dilakukan oleh para peserta, "Mudah-mudahan dari berbagai macam penampilan seni tersebut bisa menjadi perekat antar daerah," katanya.
Baca Juga:
Kemudian dari berbagai penampilan diharapkan kegiatan seperti ini bisa menjadi titik sentuh bagi budaya Melayu yang ada di Siak dan Nusantara pada umumnya, serta dapat pula menjadi wahana untuk tukar menukar wawasan, sehingga bisa menjadi penguatan identitas rumpun Melayu di daerah kita, dan sebagai langkah untuk memajukan kebudayaan kita di nusantara yang dikuatkan dengan Undang - Undang 25 tahun 2017, tentang perlindungan, pelestarian, pemanfaatan dan pengembangan kebudayaan agar lebih baik di masa yang akan datang.
"Ditambah lagi kawasan Kesultanan Siak sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, dan kita sedang berupaya bagaimana nantinya bekas kerajaan Sultan Siak ini menjadi warisan budaya dunia, sehingga potensi wisata yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak mampu bersaing dengan daerah lain, dan nantinya Siak semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara," tutup Alfedri. (adi)
Personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT, yang diwakili oleh Drs. H. Tantawi Jauhari MM, CGRE menghadir
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perombakan komposisi pemain maupun jajaran pelatih menjadi strategi yang dilakukan agar tim mampu tampil lebih
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru menerima laporan terjadinya kecelakaan kapal berupa tenggel
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyempatkan diri menjenguk Supriadi, Sekretaris PKC PMII Riau yang menjadi ko
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Memasuki hari kedua kegiatan panen jagung, Polsek Kandis, Polres Siak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung
TNI/Polri
kabarmelayu.com,ROHIL Pembangunan jembatan gantung Garuda di Bapypas Bangko Pusaka Kecamatan Bangko Pusako menuju Menggala Sakti Kecamat
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau resmi mendapatkan izin pembukaan Program Studi Doktor Hukum S3 dari Kem
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengecam tindakan penghadangan terhadap ulama kondang Ustadz Abd
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memboyong penghargaan bergengsi atas komitmennya dalam pengembangan eko
Pemerintahan