Jumat, 22 Mei 2026 WIB

Alfedri: Festival Siak Bermadah Perekat Rumpun Melayu

Harijal - Minggu, 13 Oktober 2019 12:59 WIB
Alfedri: Festival Siak Bermadah Perekat Rumpun Melayu
adi/rec

SIAK, kabarmelayu.com - Bupati Siak Drs H Alfedri M.Si menjelaskan, festival Siak Bermadah yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak yang berlangsung selama tiga hari menjadi perekat rumpun Melayu. 

Hal ini dikatakan Bupati Alfedri saat menutup Festival Siak Bermadah, Sabtu Malam (12/10/2019) di Panggung Siak Bermadah Jalan Sultan Syarif Kasim Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Siak. 

Diawali dengan Pawai Budaya Internasional dari 14 kecamatan se- Kabupaten Siak, ditambah dari Kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Meranti, Rokan Hulu, serta Provinsi di luar Riau yaitu Daik Lingga dari Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam, Jambi, Sumatra Utara, di tambah lagi peserta dari negara tetangga Malaysia yaitu Kualalumpur dan Sabah, kemudian dari Kota Pekanbaru.

Baca Juga:

Dikatakan Alfedri, pawai Budaya Internasional dan penampilan berbagai ragam seni pada iven Siak Bermadah yang dirangkum dengan berbagai acara seni, pada iven yang sama Pemkab Siak juga menggelar acara iven Kabupaten Lestari, inovasi lestari, temu bisnis lestari, dan bincang lestari yang terkait dengan bagaimana mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) agar daerah ini terbebas dari gangguan asap di masa mendatang. 

Festival Siak Bermadah ini sudah banyak penampilan yang dilakukan oleh para peserta, "Mudah-mudahan dari berbagai macam penampilan seni tersebut bisa menjadi perekat antar daerah," katanya. 

Baca Juga:

Kemudian dari berbagai penampilan diharapkan kegiatan seperti ini bisa menjadi titik sentuh bagi budaya Melayu yang ada di Siak dan Nusantara pada umumnya, serta dapat pula menjadi wahana untuk tukar menukar wawasan,  sehingga bisa menjadi penguatan identitas rumpun Melayu di daerah kita, dan sebagai langkah untuk memajukan kebudayaan kita di nusantara yang dikuatkan dengan Undang - Undang 25 tahun 2017, tentang perlindungan, pelestarian, pemanfaatan dan pengembangan kebudayaan agar lebih baik di masa yang akan datang. 

"Ditambah lagi kawasan Kesultanan Siak sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, dan kita sedang berupaya bagaimana nantinya bekas kerajaan Sultan Siak ini menjadi warisan budaya dunia, sehingga potensi wisata yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak mampu bersaing dengan daerah lain, dan nantinya Siak semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun  mancanegara," tutup Alfedri. (adi) 

SHARE:
beritaTerkait
Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur
Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa
Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku
Riau Bhayangkara Run 2026 Dihadiri Artis Ibu Kota, Ada Charly Van Houten hingga Ndarboy
Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan SJTN 2026
Rutin, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan
komentar
beritaTerbaru