Menjaga Harapan dari Hamparan Jagung, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Kawal Ketahanan Pangan
kabarmelayu.com,MERANTI Di tengah hamparan lahan jagung yang mulai menghijau, harapan akan terwujudnya swasembada pangan nasional terus
Hukrim
JAKARTA - Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Reza Yamora menyebut pemerintah mengkaji berbagai opsi kebijakan dan instumen keuangan yang ada demi menekan dampak pandemi virus corona. Salah satunya, mencetak uang untuk membiayai defisit anggaran yang membengkak.
Ia menyebut opsi tersebut merupakan pilihan terakhir pemerintah. Hingga saat ini, katanya, pemerintah masih dapat mengatasi dampak pandemi tanpa harus melibatkan BI untuk mencetak Rupiah.
"Perdebatan sudah ada, bukan berarti tidak melihat opsi itu. Memang perbedaan fundamental Indonesia dan AS memiliki Sentral Banking System yang berbeda," katanya pada Rabu (10/6).
Baca Juga:
Ia mengatakan soal keputusan bakal diambil atau tidaknya opsi mencetak uang tersebut, lanjutnya, bergantung pada tingkat keberhasilan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika dampak ekonomi yang ditimbulkan tak terlalu parah, maka pencetakan uang dinilainya tak perlu diambil.
"Keberhasilan PSBB me-rebound posisi ekonomi ini jangan sampai severity (keparahan) dari kondisi ini jadi too costly (terlalu mahal) dan mau ga mau kami mesti ngerjain selain last resort printing money itu tadi," terang Reza.
Baca Juga:
Di kesempatan sama, ia menyambut baik nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang kian menguat. Ia berharap posisi Rupiah yang berada di posisi Rp14 ribuan per dolar USD saat ini dapat berjalan stabil.
Stabilitas diperlukan demi menjaga keberlangsungan bisnis pengusaha.
"Kami mesti lihat dari sudut volatilitas, apakah rupiah yang turun di bawah 14 ribu akan kembali ke 15 ribu secara cepat atau akan bergerak di 13.900-14.200? Karena di situ ada range of stability (rentang stabilitas)," katanya.
Wacana agar pemerintah dan BI mencetak uang demi menghadapi tekanan virus corona sebelumnya disampaikan Anggota Komisi XI DPR Misbakhun. Ia mengakui jika kebijakan tersebut dibuat nantinya, inflasi akan melonjak.
Namun, hal itu lebih baik ketimbang pemerintah dan BI harus mengorbankan cadangan devisa. Namun wacana tersebut ditolak BI.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengaku telah mendengar usulan dari sejumlah kalangan perihal pencetakan uang untuk menangani covid-19. Termasuk, usulan untuk mengucurkan uang tunai tersebut ke masyarakat yang membutuhkan dukungan pendanaan akibat pandemi.
"Barangkali pandangan itu, BI mencetak uang segala macam, mohon itu bukan praktek kebijakan moneter yang lazim dan tidak akan dilakukan di BI. Pandangan-pandangan itu tidak sejalan dengan praktek kebijakan moneter yang prudent (hati-hati) dan lazim. Mohon maaf ini betul-betul mohon maaf supaya tidak menambah kebingungan masyarakat" ucapnya melalui video conference, Rabu (6/5).
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,MERANTI Di tengah hamparan lahan jagung yang mulai menghijau, harapan akan terwujudnya swasembada pangan nasional terus
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Sebanyak empat murid UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang, mewakili Kabupaten Kampar p
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Siak, Afni Zulkifli, masuk dalam daftar 22 Sosok Reset Indonesia, sebuah potret tokohtokoh yang dinila
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Polda Riau menerima penghargaan tertinghi atas prestasi gemilang tepat di Hari Bhayangkara ke80. Bertempat di
Hukrim
Kasus Kematian Perempuan di Kandis Diusut Intensif, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, baik kategor
Pemerintahan
Syukuran Hari Bhayangkara ke80, Sekda Siak Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHIL Even Bakar Tongkang kembali sukses digelar, Rabu (1/7/2026). Ribuan turis domestik hingga mancanegara berkumpul di k
Wisata
kabarmelayu.com,PEKANBARU Peringatan Hari Bhayangkara ke80 yang jatuh pada Rabu (01/07/2026) menjadi momentum untuk memperkuat profesiona
Hukrim
kabarmelayu.com, JAKARTA Anggota Fraksi PKS DPR RI Dapil Riau 1, Hendry Munief MBA ditunjuk sebagai anggota Pansus RUU Daerah Kepulauan. P
Parlemen