Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hukrim
JAKARTA - Danareksa Research Institute memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus 3,58 persen secara tahunan pada kuartal II 2020. Sementara, laju ekonomi minus 2,63 persen secara kuartalan pada periode yang sama.
Kepala Riset Ekonomi Danareksa Moekti P Soejachmoen mengatakan kontraksi ekonomi Tanah Air terjadi karena pandemi virus corona atau covid-19 semakin meningkat pada periode tersebut.
Tercatat, jumlah kasus virus corona meningkat dari 1.400 kasus pada akhir Maret menjadi 56 ribu pada akhir Juni 2020.
Baca Juga:
"Semua indikator ekonomi menunjukkan penurunan dan pertumbuhan yang lebih lemah," ungkap Moekti dalam keterangan resmi, Senin (3/8).
Secara rinci, proyeksi penurunan ekonomi nasional tercermin dari penjualan eceran yang turun 17,37 persen secara tahunan pada kuartal II 2020. Begitu juga penjualan mobil dan sepeda motor, masing-masing turun 89,44 persen dan 79,7 persen
Baca Juga:
Pertumbuhan kredit konsumen relatif lemah pada kisaran 2,32 persen. Hal ini mengindikasikan lemahnya permintaan hipotek (pinjaman) dan kredit kendaraan serta pinjaman multiguna, termasuk kartu kredit.
"Diberlakukannya pembatasan jarak sosial skala besar selama kuartal II 2020 memberikan kejutan besar untuk konsumsi rumah tangga karena orang menahan atau mengurangi konsumsi mereka," jelasnya.
Lemahnya permintaan konsumen juga terindikasi dari turunnya indeks kepercayaan konsumen menjadi 72,63 pada kuartal II 2020. Penurunan didorong oleh aktivitas ekonomi yang lemah, terbatasnya ketersediaan lowongan kerja, dan pembatasan perekrutan karyawan baru.
Di sisi lain, konsumsi masyarakat yang lemah tidak sepenuhnya bisa ditutup oleh stimulus dari belanja pemerintah. Pasalnya, realisasi belanja pemerintah juga lemah, yakni baru mencapai kisaran 39,02 persen dari total pagu.
Hal itu tak lepas dari pendapatan pemerintah yang baru mencapai 47,72 persen atau terkontraksi 9,75 persen secara tahunan. Sebab, penerimaan pajak baru mencapai 44,49 persen atau terkontraksi 9,4 persen karena pendapatan bisnis yang lemah dan insentif pajak yang disediakan oleh pemerintah.
Sementara indikator pertumbuhan lain, seperti investasi juga turun. Penjualan semen dan impor barang masing-masing turun 20,36 persen dan minus 20,07 persen. Sedangkan pertumbuhan kredit investasi cuma mencapai 5,61 persen.
"Penurunan investasi pada kuartal II 2020 mencerminkan keterlambatan dalam berbagai kegiatan konstruksi, serta pembelian mesin dan peralatan lainnya yang lebih rendah," terang Moekti.
Lebih lanjut, lemahnya konsumsi dan investasi mempengaruhi sisi pasokan seperti tercermin dalam Indeks Manufaktur (Prompt Manufacturing Index/PMI) yang berkontraksi 44,76 persen. Penurunan terdalam berasal dari sektor tekstil minus 62,75 persen.
Untuk kuartal III 2020, Danareksa Research Institute belum memberikan proyeksi angka pertumbuhan ekonomi, namun diperkirakan bisa meningkat lebih tinggi dari kuartal II 2020. Sebab, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dilonggarkan.
"Ini didukung oleh peraturan dari pemerintah dan lembaga terkait harus mendorong kegiatan ekonomi dan diterjemahkan ke dalam konsumsi yang lebih tinggi dan penyerapan anggaran negara yang lebih cepat," tuturnya.
Sebelumnya, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan ekonomi nasional akan mencapai minus 4 persen pada kuartal II 2020. Hal ini terjadi karena daya beli masyarakat melemah seperti tercermin dari tingkat inflasi yang hanya mencapai 1,96 persen pada Juni 2020.
Selain itu, juga terjadi karena realisasi pencairan anggaran penanganan dampak pandemi virus corona dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masih minim.
"Artinya, kita akan kehilangan momentum di kuartal II yang seharusnya program PEN ini bisa jor joran dan besar-besaran," kata Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani kompak memperkirakan ekonomi Indonesia akan terkontraksi hingga 4,3 persen pada kuartal II 2020.
Namun, pemerintah berharap ekonomi membaik di kuartal III dan IV, sehingga laju ekonomi keseluruhan tahun ini masih bisa mencapai sedikit di atas nol persen.
(CNNindonesia.com)
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menerima silaturahmi pengurus Himpunan Siompu Kampar Provinsi Ria
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Dunia hukum di tanah air dikejutkan oleh langkah kontroversial dari Kantor Hukum Kamal Sugandi & Partners yang sec
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Advokat Dolfie Rompas, S.H., M.H., berharap Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal memberikan klarifikasi secara terb
Politik
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau Ayat Cahyadi mendesak Badan Pembentukan Peratura
Parlemen
kabarmelayu.com,KAMPAR Seorang pria berinisial AL di Desa Intan Jaya, kawasan Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diaman
Peristiwa
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Di balik keberanian petugas pemadam kebakaran menerobos kobaran api demi menyelamatkan nyawa manusia, ada sosok
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru taklukkan Persikad Depok dengan akor 32 pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 Grup
Sport
Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Hukrim