Prabowo Hadir di Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau kecewa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau mendesak presiden Prabowo memecat Pangdam dan Kapolda yang tak bisa mem
Lingkungan
JAKARTA - Permintaan sepatu di dalam negeri maupun ekspor mengalami tekanan yang berat. Tak sedikit pabrik-pabrik sepatu memilih untuk menutup pabriknya karena tak ada sama sekali permintaan, dampaknya pada PHK karyawan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri membeberkan nasib industri sepatu saat ini. Setelah 5 bulan dihajar oleh pandemi Covid-19, sudah banyak pabrikan yang menjadi korban. Banyak pabrik yang harus gulung tikar akibat menurunnya permintaan.
"Ada yang betul-betul stop produksi sekitar 18%. Mereka sangat kesulitan akhirnya nggak kuat juga," kata Firman kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/8).
Baca Juga:
Data Aprisindo, dari anggota mereka yang merupakan produsen sepatu, sebanyak 120 produsen, artinya sekitar 20-an lebih yang tutup pabrik. Dampaknya sudah ada puluhan ribu pegawai yang terkena dampak. Apalagi, utilitas produksi pun sudah jauh dari kata normal.
"Jauh ya, sekarang utilitas (tingkat pemanfaatan kapasitas produksi) 32%. Jadi yang masih jalan masih banyak tapi volume mengecil. Banyak yang lakukan 3 hari kerja, 2 hari libur, masih banyak seperti itu," jelasnya.
Baca Juga:
Di tengah kesulitan itu, Firman mengaku pelaku usaha butuh bantuan untuk lebih cepat pemulihan. Namun justru muncul sejumlah regulasi yang memberatkan.
Regulasi itu di antaranya adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Metode Pengujian, Tata Cara Pendaftaran, Pengawasan, Penghentian Kegiatan Perdagangan dan Penarikan Barang Terkait dengan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L).
"Beredarnya produk ada izin edar. Kalau di Kemenkes ada BPOM, Kementerian Perindustrian ada SNI. Ini Kemendag keluarkan Permendag, ada syarat standar mutu lagi, sebenarnya itu duplikasi pengaturan, karena bicara standar mutu juga. Ketika dilihat lebih dalam lagi sangat memberatkan. Masalahnya peraturan-peraturan ini ada tumpang tindih dalam pengawasan, jadi sewaktu-waktu bisa aparat hukum, selama ini kita harap pembinaan," katanya.
Industri alas kaki termasuk yang banyak terjadi PHK massal. Kasus PHK massal terungkap ke publik misalnya PT Shyang Yao Fun Kota Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal 2.500. Produsen sepatu buyer Nike ini merelokasi pabrik ke Jawa Tengah. Setelah itu, ada PHK massal 4.985 pekerja PT Victory Chingluh Indonesia, selaku produsen buyer Nike dan Adidas.
(CNBCIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau mendesak presiden Prabowo memecat Pangdam dan Kapolda yang tak bisa mem
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk dan dalam kualitas tidak sehat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (25/8/2026) diprakirakan cukup dinamis. Hujan ringan hingga sedang berpotensi
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Festival Pacu Jalur (FPJ) dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 resmi ditutup. Penutupan berlangsung
Budaya
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
TNI/Polri
KemnakerJICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
TNI/Polri
Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Article
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Lingkungan
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga KeluhkanbJalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Peristiwa
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Lingkungan