Disanksi Denda oleh Komdis PSSI, PSPS Pekanbaru Layangkan Surat Keberatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Manajemen PSPS Pekanbaru mengajukan permohonan pembatalan sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan Komite
Sport
PEKANBARU - Menurut Profesor Bungaran Saragih, perkembangan perkebunan sawit saat ini di Indonesia adalah revolusi positif yang mendukung kemajuan negara di kancah internasional. Namun kejayaan Indonesia yang menjadi eksportir terbesar untuk produk turunan kelapa sawit bisa saja musnah jika tidak dikelola dengan baik.
"Kalau saja kita ingat, kita sudah pernah menjadi eksportir gula dan karet terbesar beberapa waktu silam. Namun kini kalah dengan negara Malaysia dan Thailand," bebernya dalam Seminar Nasional Universitas Riau, Senin (15/11).
Menurutnya kondisi saat ini adalah sejarah ketiga Indonesia diakui dunia. Diingat mantan menteri pertanian kabinet gotong royong tersebut, sekitar 40 tahun lalu luasan perkebunan sawit hanya mencapai 380 ribu hektar seluruh Indonesia. Sementara saat ini sudah mencapai 16 juta hektar lebih.
Baca Juga:
Memang hingga saat ini muncul paradigma yang membenturkan perkebunan sawit dengan lingkungan. Kendati demikian kondisi sawit yang kini dinikmati masyarakat hingga pekebun kecil adalah pilar bahwa industri sawit tidak hanya memikirkan kesejahteraan namun juga rakyat dan sebagainya.
"Revolusi sawit adalah dimana para petani memiliki peran penting dan memang sedari dulu begitu. Jadi sawit adalah milik rakyat," tuturnya.
Baca Juga:
Jika sudah berkata, sawit milik rakyat maka luas perkebunan milik masyarakat tentu harus terbilang luas pula. Sementara, saat ini menurut Bungaran, Riau adalah provinsi yang menjadi pelopor untuk perkebunan rakyat. Tentu karena luasan kebun milik masyarakat tergolong luas.
"Semakin luas kebun masyarakat dibandingkan perusahaan maka akan semakin mengurangi kritikan tentang sawit. Sebab tentu sudah masuk dalam program sawit berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip ISPO," paparnya.
Pria kelahiran 1945 itu berharap pengelolaan kelapa sawit digarap dengan bersungguh-sungguh dan berhati-hati. Bahkan juga dalam mengembangkan konsep pengelolaan tadi. Karena dia tak mau petani dijadikan alat untuk mengkritik keberlangsungan perkebunan sawit di Indonesia.
"Kebijakan pemerintah sudah komplit, namun jangan cepat puas karena ada upaya hilirisasi sesuai pernyataan Presiden yang luar biasa. Jika ini terpenuhi yakni ekpor barang jadi atau setengah jadi tentu Indonesia akan semakin harum di dunia internasional. Malah kita bisa menguasai pasar, jika kamu gak mau import ya kami pakai sendiri. Inilah negara berdaulat," jelasnya. (MCR)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Manajemen PSPS Pekanbaru mengajukan permohonan pembatalan sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan Komite
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau, telah mengumumkan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru resmi menggelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 mulai Senin
Hukrim
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menerima silaturahmi pengurus Himpunan Siompu Kampar Provinsi Ria
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Dunia hukum di tanah air dikejutkan oleh langkah kontroversial dari Kantor Hukum Kamal Sugandi & Partners yang sec
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Advokat Dolfie Rompas, S.H., M.H., berharap Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal memberikan klarifikasi secara terb
Politik
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau Ayat Cahyadi mendesak Badan Pembentukan Peratura
Parlemen
kabarmelayu.com,KAMPAR Seorang pria berinisial AL di Desa Intan Jaya, kawasan Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diaman
Peristiwa
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan