Sabtu, 10 Oktober 2026 WIB

Harga Cabai Melonjak Tinggi Rp150 Ribu per Kilogram

Redaksi - Minggu, 30 November 2025 19:33 WIB
Harga Cabai Melonjak Tinggi Rp150 Ribu per Kilogram
Ilustrasi.(Foto: Dok/Andi)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Bencana Hydrometeorolofi yang terjadi di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Provinsi Aceh menyebabkan harga bahan pokok di Riau berangsur naik. Terutama cabai yang hari ini sudah mencapi Rp150 per Kilogram.

Kenaikan harga cabai ini dikarenakan pasokan cabai yang mulai berkurang setelah terputusnya akses jalan di tiga Provinsi tersebut menuju Riau.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM, Taufik OH mengatakan, kenaikan harga terjadi dalam beberapa hari ini. Cabai yang biasa di harga Rp40-Rp60 ribu perkilogram, saat ini naik tajam mencapai Rp140-Rp150 ribu per kilogram.

Baca Juga:

Sementara untuk harga sayur-sayuran mengakami kenaikan yang tak begitu signifikan.

"Kita sudah mengecek ke pasar-pasar, memang harga cabai merambat naik. Tapi hari ini (kemarin), harga cabai melonjak lagi menjadi Rp150 ribu per kilogram," terang Taufik OH, Ahad (30/11/2025).

Baca Juga:

Mengantisipasi semakin tingginya harga cabai di Riau, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang ada di pasar induk untuk mendatangkan cabai dari pulau Jawa.

Sejauh ini cabai dari Jawa juga masuk, namun tidak sebanyak stok cabai yang biasanya didatangkan dari Sumbar dan Sumut.

Kita sudah coba hubungi yang dari Jawa, mudah-mudahan masuk dari Brebes dan Jambi. Karena di pasar induk punya jaringan masuk dari Jawa. Stok cabai dari Sumbar, Medan dan Aceh lama-lama kan habis juga," ujar Kadis lagi.

Dampak daribencana yang terjadi di SUmbar dan Sumut, pemulihannya akan berlangsung lama.

Terkait dengan bahan pokok lainnya seperti beras, telur, dan minyak, Taufik mengatakan masih normal. Kenaikan akan terjadi jika memasuki hari besar agama dan biasanya tidak tinggi. Namun sampai saat ini stok beras masih aman hingga akhir tahun dan hari besar agama pada tahun depan.

"Intinya stok masih aman, termasuk stok untuk besar keagamaan masih aman," lanjut Taufik.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Harga Cabai Pekanbaru Makin 'Pedas', Pemko Usul Subsidi Angkutan
Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar
Bunda Literasi Pekanbaru Raih Apresiasi Swara Cantika 2026
Komit Tingkatkan Akses Pendidikan di Pekanbaru, Pemko Terima Penghargaan KompasTV
Persoalan Kelapa Inhil Bukan Sekadar Hilirisasi dan Ekspor
Nilai Kelapa Inhil Anjlok, Pemerintah Diminta Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
komentar
beritaTerbaru