Minggu, 18 Oktober 2026 WIB

Literasi Harus Diajarkan Sejak Usia Dini

Harijal - Rabu, 01 Desember 2021 12:00 WIB
Literasi Harus Diajarkan Sejak Usia Dini
Ilustrasi: Gedung Perpustakaan Soeman HS di Pekanbaru, Riau

PEKANBARU - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Deni Kurniadi menyampaikan bahwa literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Untuk itu, ia mengharapkan literasi harus diajarkan dan ditumbuhkembangkan sejak usia dini. Karena menurutnya, rendahnya literasi akan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa yang akan datang.

"Literasi dipahami sebagai kedalaman pengetahuan dari seseorang terhadap subjek ilmu pengetahuan dan Perpusnasl mengusung lima tingkatan literasi," ucapnya, dalam acara 20 tahun kiprah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca secara virtual, Selasa (30/11/21).

Baca Juga:

Deni Kurniadi menjelaskan, ada lima tingkatan literasi versi Perpusnas, yaitu kemampuan baca, tulis, hitung, sains dan pembentukan karakter anak bangsa. Selanjutnya, akses bahan bacaan terjangkau yang akurat terkini terlengkap dan terpercaya.

Berikutnya, memahami apa makna yang tersirat dari yang tersurat, memiliki mental yang kuat karakter, yang tangguh, inovasi, kreativitas sebagai antisipasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat.

Baca Juga:

"Tingkatan terakhir adalah memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan barang dan jasa yang dapat digunakan dalam kompetisi global," ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan dunia dan arus teknologi informasi komunikasi menuntut siapapun harus mempunyai kualitas yang lebih baik agar mampu berkompetisi, cakap dan berakhlak.

Jelasnya, setiap bangsa harus dapat memberikan ilmu pemikiran dan penemuan-penemuan yang bermanfaat untuk bisa berkompetisi dengan bangsa lain. Oleh sebab itu masyarakat perlu dibangun kesadarannya agar selalu meningkat gemar membaca dan kemampuan literasi sejak usia dini.

"Anak usia dini 0-6 tahun sering disebut sebagai masa emas, di mana otak anak mengalami perkembangan paling cepat. Pertumbuhan dan perkembangan anak mencapai 80%, sisanya ketika mereka dewasa, dan otak merupakan kunci utama bagi pembentukan kecerdasan anak," tutup Deni Kurniadi.

SHARE:
beritaTerkait
Ratusan Personil Gabungan Sisir Narkoba di 8 THM Pekanbaru
Sempat Membaik, Udara Pekanbaru Kembali di Level Berbahaya Sore Ini
Kemenperin dan Komisi VII DPR Gelar Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan Wira Usaha Baru di Pekanbaru
Donald Trump Jadikan Nama 'Mohammad' Sebagai Bahan Lelucon
Bupati Herman Hadiri Pengukuhan Pengurus DPC PKB Inhil 2026–2031
Soal Penanganan Karhutla, TNI Diminta Hadir dengan OMSP Terencana
komentar
beritaTerbaru