Ratusan Personil Gabungan Sisir Narkoba di 8 THM Pekanbaru
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar Operasi Sarang Narkoba (OSN) di delapan tempat hiburan malam (TH
Hukrim
Di zaman yang serba modern ini, pengusir hantu tak hanya sekadar mitos atau pun cerita kuno. Pengusir hantu kini merupakan sebuah profesi yang mempunyai segmen pasar tersendiri. Bahkan ada perhitungan bisnis sehingga melahirkan perputaran uang yang cukup besar di dalamnya.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, dalam teori ekonomi, bisnis jasa pengusir hantu termasuk dalam kategori underground economy, yaitu semua kegiatan bisnis yang tidak tersentuh oleh sistem perpajakan. Bisnis ini biasanya tidak mempunyai data transaksi dan tidak memiliki perjanjian hukum yang legal.
“Jadi transaksi-transaksi underground itu seperti narkotika, money laundry, pengusir hantu, tuyul, sektor pengobatan alternatif. Itu potensinya cukup besar. Jadi underground economy sekitar 8 persen dari total PDB Indonesia. Nilainya setara Rp 1.100 triliun di 2018. Dan ini merupakan segmentasi yang selama ini di bawah tanah enggak terlihat,” ungkap Bhima kepada kumparan, Sabtu (19/1).
Menurut Bhima, jasa pengusir hantu juga mempunyai andil yang besar dalam menyumbang perputaran uang pada underground economy. Tak lain karena masyarakat Indonesia masih percaya dan punya ketertarikan tersendiri terhadap hal-hal berbau mistis dan klenik. Bahkan ketertarikan akan hal mistis dan klenik tersebut tidak terbatas pada masyarakat yang memiliki pendidikan dan ekonomi rendah. Menurut Bhima, di zaman modern, anggapan itu kini terpatahkan. Klenik dan mistik kini bukan milik masyarakat pedesaan saja, namun juga mudah ditemukan pada masyarakat urban.
Baca Juga:
Bhima mencontohkan, banyak orang dengan pendidikan tinggi dan tingkat ekonomi yang baik juga masih mengandalkan pawang hujan ketika mengadakan hajat besar. Tak jarang, mereka juga memanggil jasa pengusir hantu. Hal ini berbanding lurus dengan pengakuan para pengusir hantu yang menetapkan tarif hingga ratusan juta rupiah. Secara tak langsung kondisi tersebut mengkonfirmasi bahwa jasa pengusir hantu juga menyasar segmen elite.
“Ternyata enggak berdasarkan tingkat pendapatan dan pendidikan. Karena ada segmentasi para normal khusus untuk menengah ke bawah yang dibayarnya dengan beras mau, ada yang menengah atas, dan atas banget yang misalkan pembayarannya setara mobil mewah. Itu fenomena yang ada,” ujarnya.
Baca Juga:
Fenomena ini pun didukung oleh perkembangan teknologi khususnya media sosial. Menurut Bhima, adanya media sosial justru dimanfaatkan sebagai platform untuk mengiklankan jasa tersebut. Selain itu, informasi soal pengusiran hantu juga mudah ditemukan dan disebarluaskan kembali melalui media sosial. Adanya iklan dan informasi tersebut secara tak sadar membombardir masyarakat sehingga bisa membentuk sebuah opini baru.
Menurut Bhima, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa masyarakat yang tadinya rasional juga menjadi punya perhatian khusus terhadap hal mistis dan klenik. Bahkan di luar dugaan, bisnis pengusir hantu ternyata juga bisa menyesuaikan dengan perkembangan tren masa kini. Tak ayal, bisnis semacam ini menurut Bhima punya eksistensi yang cukup tangguh.
“Dan saya rasa ke depannya makin berkembang digitalisasi, masyarakat semakin urban, profesi seperti pemburu hantu, itu ternyata masih akan tetap bertahan. Bahkan demand-nya sekarang bergeser kalau dulu paranormal relatif tua sekarang ada paranormal milenial juga,” ujarnya.
Namun, menurut Bhima, hal ini seharusnya bisa menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Porsi underground economy sebesar 8 persen dari PDB dinilai cukup fantastis. Menurut Bhima, seharusnya angka ini bisa ditekan. Caranya adalah dengan terus melalukan edukasi. Sebab dasar dari kepecayaan terhadap hal-hal mistis adalah pikiran yang tidak rasional. Yang ditakutkan, masyarakat mengalokasikan pendapatan mereka secara berlebih pada hal-hal yang sejatinya tidak dibutuhkan.
Edukasi ini menurut Bhima agar masyarakat bisa belajar mendapatkan informasi yang lebih luas dan lengkap, tidak sepotong-potong. Edukasi ini pun membutuhkan peran keluarga hingga tokoh masyarakat.
“Oke kita mempercayai hal-hal yang semacam itu. Tapi kalau sampai memanggil jasa-jasa yang tarifnya irasional kita harus melakukan self correction. Bahwa itu adalah hal yang percuma. Dari dulu udah ada, tapi jangan sampai adanya digitalisasi ini justru ada spread yang akan menjadi satu fenomena masyarakat. Yang sudah dari dulu percaya ya sudah. Tapi jangan menularkan pada orang yang enggak percaya,” tandasnya.
(kumparan.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar Operasi Sarang Narkoba (OSN) di delapan tempat hiburan malam (TH
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah berada di level berbahaya pada Jumat (16/10/2026) dan sempat membaik ke level sedang, sore ini Sabtu (17
Lingkungan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembang
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Presiden AS Donald Trump melontarkan lelucon mengenai popularitas nama &039Mohammad&039 di dunia Muslim. Leluc
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT., menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebang
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. Syahrul Aidi Maazat, menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (ka
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Hj Sulastri Agung, S. Sos, MH, melalui Wakil Ketu
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Pol
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Polemik internal Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai mencuat setelah Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) mem
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 11 Pohon tumbang ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda Kota Pekanbaru Kamis (15/1
Peristiwa