19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Para pelaku mengeroyok seorang wanita yang juga berprofesi sebagai debt collector pada Ahad (20/5/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Peristiwa memalukan ini dipicu rebutan untuk menarik mobil klien. Dalam kejadian itu, kaca mobil korban pecah dan pelapor mengalami luka di kepala.
Tim Opsnal Polsek Bukit Raya dibackup Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru dan Unit Jatanras Polda Riau akhirnya menangkap empat orang di dua lokasi berbeda.
Baca Juga:
Kapolsek Bukit Raya, Kompol Syafnil menegaskan, keempat pelaku yang berhasil diamankan yakni A (46), MHA (18), R (46) dan RS (34). Korbannya adalah Ramadhani Putri (30) yang juga berprofesi sebagai debt collector.
"Dua orang ditangkap di Rumbai dan dua orang lainnya di Kubang Raya. Mereka merupakan anggota debt collector Fighter, tujuh dari mereka saat ini telah masuk daftar pencarian orang (DPO)," terang Kapolsek
Baca Juga:
Kejadian bermula ketika korban bersama seorang teman prianya berniat untuk menarik sebuah mobil, namun pihak debt collector dari vendor lain juga berupaya untuk menarik kendaraan tersebut. Untuk itu kedua belah pihak melakukan negosiasi di Hotel Furaya, namun tidak ada titik terang.
Kemudian, korban diminta untuk datang ke Jalan Parit Indah. Di lokasi itu ada sekitar 20 orang anggota debt collector lain yang telah menunggu dan terjadilah keributan dan pemukulan terhadap korban.
Korban lalu kabur menyelamatkan diri ke Polsek Bukit Raya. Sesampainya di depan mapolsek, korban dihalangioleh 20 anggota debt collector. Mereka memukul mobil pelapor dengan batu dan kayu juga ke arah kepala bagian belakang pelapor.
"Akibatnya kepala pelapor mengalami luka dan menggeluarkan darah serta kaki sebelah kiri memar," ungkap Kompol Syafnil.
Mendengar keributan itu, anggota intel dan personil piket Polsek Bukit Raya keluar untuk menetralisir keadaan.
"Setelah personil Intel keluar dari kantor Polsek, para pelaku kabur, korban langsung membuat laporan polisi," ungkap Kompol Syafnil.
Ada empat oknum polisi yang berada bersama para pelaku. Oknum ini merekam kejadian dan tidak melakukan upaya pencegahan.
"Aksi pada malam itu juga terekam kamera CCTV di kantor kami. Saya telah melaporkan keempat oknum polisi itu ke Kaporesta Pekanbaru untuk diusut," papar Kompol Syafnil mengakhiri.
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 251,4 g/mda
Pemerintahan
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua pesawat gagal mendarat akibat rendahnya Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Peka
Peristiwa
Sambut HUT ke27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2500an, pagi ini
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (UNRI) menggelar Seminar
Ekbis