Selasa, 05 Mei 2026 WIB

Kematian Siswa SD di Inhu Disebut Akibat Infeksi Usus Buntu

Redaksi - Rabu, 04 Juni 2025 20:29 WIB
Kematian Siswa SD di Inhu Disebut Akibat Infeksi Usus Buntu
Pemakaman korban yang sebelumnya diduga menjadi korban bulying teman sekolahnya.(Foto: Beritasatu.com/Effendi Rusli)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Kematian siswa kelas II salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Indragiri Hulu, menemukan titik terang. Bocah yang meninggal 5 hari setelah mengalami perundungan (bullying) itu disebut mengalami infeksi akut pecahnya usus buntu.

Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau mengungkap hasil autopsi terhadap jenazah anak laki-laki berusia sekitar 8 tahun yang meninggal dunia.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan mengatakan, dari hasil autopsi Tim Forensik Polda Riau, yang dipimpin AKBP Supriyanto bersama dr. Muhammad Tagar Indrayana, telah dilakukan pemeriksaan luar dan dalam ditemukan sejumlah luka dan kelainan pada tubuh korban.

Baca Juga:

Termasuk memar pada daerah perut dan paha, serta resapan darah pada jaringan lemak perut sebelah kiri.

"Luka-luka tersebut diduga diakibatkan oleh benturan benda tumpul. Namun, penyebab utama kematian disimpulkan berasal dari infeksi sistemik akut akibat pecahnya usus buntu (appendiks)," ujar Asep Rabu (4/6/2025).

Baca Juga:

Tim Forensik Polda Riau AKBP Supriyanto menyampaikan, tim medis menemukan adanya kebocoran pada appendiks yang menyebabkan peradangan luas di rongga perut (infeksi peritonitis) hingga memicu kegagalan sistemik dan mengakibatkan kematian.

"Penyebab kematian adalah infeksi sistemik berat akibat pecahnya usus buntu yang menyebabkan infeksi meluas di rongga perut," kata Supriyanto.

Tim penyidik di bawah komando Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Arthur masih mendalami apakah luka-luka luar yang ditemukan memiliki kaitan dengan dugaan kekerasan atau insiden lain yang turut memperparah kondisi korban.

"Memang ada beberapa memar kami temukan. Namun, sejauh ini belum ditemukan penyebab pecahnya usus buntu akibat memar," jelas Supriyanto.

Untuk diketahui, korban meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan fisik dan perundungan oleh sejumlah teman sekolahnya.

Korban meninggal pada Senin 26 Mei 2025 sekitar pukul 02.00 WIB di rumahnya di Kecamatan Seberida. Orang tua korban selanjutnya melapor ke Polres Inhu terkiat dugaan bullying yang dialami anaknya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus
Pelaku Penikaman Badut di Marpoyan Serahkan Diri ke Polisi
Badut Pengamen di Marpoyan Ditikam, Usus Terburai
Kasus Pembacokan Mahasiswi di Kampus UIN Suska Riau, Direncanakan Sejak November Lalu
Kondisi Mahasiswi yang Dibacok di Lingkungan Kampus UIN Suska Pekanbaru Berangsur Stabil
Mahasiswi Dibacok di Kampus UIN Pekanbaru, Pelaku Diduga Mantan Pacar
komentar
beritaTerbaru