Semarak HUT RI ke-81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
Semarak HUT RI ke81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
Sport
JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan warganya untuk bersiap-siap "kehilangan orang yang dicintai sebelum waktunya" seperti dikutip dari The Guardian.
Hal ini ia katakan pada Kamis (12/3/2020), ketika para ilmuwan memaparkan bahwa ada kemungkinan 10.000 orang warga Inggris dapat terjangkit penyakit COVID-19 atau virus corona.
Departemen kesehatan Inggris, mengatakan jumlah kasus Inggris telah meningkat menjadi 596 kasus, dengan 10 kasus meninggal. Kepala petugas ilmiah Inggris, Patrick Vallance menyarankan bahwa antara 5.000 dan 10.000 orang di Inggris dapat terjangkit virus ini.
Baca Juga:
Johnson mengklaim pemerintahnya telah "melakukan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini" tetapi menawarkan peringatan keras tentang bahaya yang ditimbulkan oleh virus corona.
"Aku harus sejajar denganmu, publik Inggris. Banyak lagi keluarga yang akan kehilangan orang yang mereka cintai sebelum waktunya," lanjutnya, menambahkan bahwa, karena kurangnya kekebalan imunitas dalam tubuh seseorang, virus corona lebih berbahaya daripada flu biasa dan itu "akan menyebar lebih jauh".
Baca Juga:
Meskipun menggambarkan ancaman virus corona sebagai "krisis kesehatan masyarakat terburuk untuk satu generasi", Johnson mengatakan tidak akan mengikuti contoh Irlandia dan Italia yang lockdown negara mereka, menutup sekolah serta melarang acara olahraga untuk membatasi penyebaran penyakit.
Di tengah tuduhan bahwa Inggris bergerak terlalu lambat, Johnson bersikeras bahwa pemerintah akan terus dipandu oleh saran ilmiah, yang menyarankan penutupan sekolah "bisa berbuat lebih banyak ruginya daripada kebaikan".
Penggambaran virus corona yang ekstrem oleh Johnson terdengar berlebihan, sebab menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat kematian akibat corona hanya 3,4% secara global.
"Secara global, sekitar 3,4% dari COVID-19 kasus yang dilaporkan telah meninggal," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di kantor pusat badan tersebut di Jenewa dikutip dari CNBC International, Rabu (4/3/2020) lalu.
Tingkat kematian karena flu biasa adalah 1% dari mereka yang terinfeksi. Sedangkan pada SARS 9,5%, lebih besar daripada corona itu sendiri.
Menurut data Worldometer pada Jumat (13/3/2020), setidaknya sudah ada 127 negara dan teritori di seluruh dunia, serta satu alat angkut, yakni kapal pesiar Diamond Princess, yang positif terjangkit COVID-19.
Dalam data yang sama, secara global wabah ini setidaknya telah menjangkiti 134.918 orang dengan 4.989 kematian dan 70.395 pasien sembuh.
(CNBCIndonesia.com)
Semarak HUT RI ke81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
Sport
Polda Riau Turunkan Tim Ahli Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kelurahan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru berhasil menyabet sebagai kelurahan terbaik III lomb
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ir. H. AMD. Junaidi AN, M.Si, menghadiri kegiatan Saraseha
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) menggelar Kejuaraan Balap Motor Piala W
Sport
kabarmelayu.com,PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, menjadi salah satu titik yang
Lingkungan
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Bergabung dengan Personel Padamkan Api Karhutla di Pelalawan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Untuk pertama kalinya sejak Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) berdiri di lingkungan Badan Penanggulangan dan P
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Salim, S. Pd, tokoh Pramuka di Kabupaten Kampar, menerima penghargaan Lencana Melati Pramuka dari Kwartir Nasional)
Pendidikan
kabarmelayu.com,ROHIL Kawal status quo, 12 pendiri koperasi JMB dan firma hukum brother & groups pasang plang peringatan hukum di lahan se
Hukrim