Jumat, 21 Agustus 2026 WIB

Kesaksian WNI Lihat Lonjakan Kasus Virus Corona di Italia

Harijal - Selasa, 17 Maret 2020 15:30 WIB
Kesaksian WNI Lihat Lonjakan Kasus Virus Corona di Italia
(AP Photo/Francisco Seco)
Kesaksian WNI lihat lonjakan kasus virus corona di Italia.

JAKARTA - Italia menjadi negara kedua dengan kasus virus corona (Covid-19) terbanyak setelah China.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) nenunjukkan, hingga Senin (16/3) sore, sebanyak 24.747 kasus virus corona tercatat di Italia, dengan angka kematian yang meningkat lebih dari 300 jiwa, menjadi 1.809.

Di samping banyaknya korban meninggal, jumlah kasus baru virus corona yang kian melonjak disebabkan karena pemerintah gencar melakukan tes laboratorium.

Baca Juga:

Per Minggu (15/3), Italia telah melakukan tes laboratorium terhadap 109.107 orang. Hasilnya, 21.157 orang dinyatakan positif virus corona. Sebanyak 7.860 orang di antaranya dirawat di rumah, 8.372 dirawat dengan gejala umum di rumah sakit, dan 1.518 dalam perawatan intensif.

Sementara itu, 1.441 orang terinfeksi virus corona dinyatakan meninggal dunia dan 1.966 lainnya dinyatakan sembuh.

Baca Juga:

Salah seorang WNI di Italia, Rieska Wulandari, turut menyaksikan cepatnya peningkatan kasus corona di sana. Dia menilai langkah yang dilakukan pemerintah Italia dalam menanggapi virus corona sudah tepat.

"Italia justru antisipatif dan proaktif, sebab jumlah yang di rawat di rumah hampir sama banyaknya dengan yang dirawat di rumah sakit," kata Rieska kepada CNNIndonesia.com Senin (16/3).

Menurut dia, meski jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di Italia terhitung tinggi, namun pemerintah aktif menelusuri orang yang berhubungan dengan pasien-pasien sebelumnya.

Meski demikian, banyaknya warga Italia yang menganggap remeh penularan virus corona juga berpotensi menginfeksi lebih banyak orang.

Lihat juga: Italia Catat Rekor Satu Hari 368 Orang Tewas Akibat Corona

"Orang-orang pada masa semi karantina bersikap ignorant dan menganggap diri imun, mereka tetap melakukan mobilitas yang kurang selektif dan arogan, ternyata menjadi carrier dan menginfeksi yang lain," kata Rieska.

Hingga Selasa (17/3), John Hopkins University mencatat jumlah kasus virus corona di Italia yakni 27.980 kasus, dengan angka kematian yang kembali meningkat menjadi 2.158 jiwa.

Dengan jumlah kasus yang tinggi tersebut, rumah sakit di Italia pun mulai penuh. Sehingga, banyak dari orang yang terinfeksi virus akhirnya menjalani perawatan di rumah.

Kebanyakan mereka masih berusia muda dan dianggap lebih mudah sembuh dengan sendirinya.

"Tentu saja mereka tidak di rumah sakit. Rumah sakit sudah penuh. Lagi pula anak muda biasanya bisa sembuh secara mandiri dengan asupan nutrisi, vitamin, dan istirahat yang cukup. Yang penting tidak menginfeksi orang lain," ujarrnya.

Italia sebagai negara dengan peningkatan jumlah kasus corona tertinggi saat ini juga memberlakukan kebijakan lainnya untuk menahan laju virus. Salah satunya dengan menerapkan isolasi total seluruh wilayah atau lockdown.

Lihat juga: 10 WNI di India Dievakuasi ke RS Usai Dicurigai Corona

Awalnya, lockdown hanya berlaku di kawasan utara Italia, tapi kemudian diperluas hingga ke seluruh penjuru negara sejak 9 Maret lalu.

Pemerintah Italia menutup semua perbatasan serta mengimbau warganya agar tak meninggalkan rumah untuk bekerja dan menjaga jarak setidaknya satu meter dari orang lain.

Bar dan restoran juga hanya diperbolehkan buka hingga pukul 18.00 waktu setempat. Sementara itu, semua mal diminta tutup selama akhir pekan. Warga juga hanya bisa memesan makanan untuk dibawa pulang, dan tak diizinkan berkumpul di tempat umum.

Militer pun dikerahkan untuk memastikan aturan lockdown ini dipatuhi.

Namun, Rieska mengungkapkan masih ada sekitar dua ribuan orang kedapatan berkeliaran untuk alasan yang penting.

Padahal, bagi orang yang melanggar aturan ini dapat diganjar denda sebanyak 206 euro atau hukuman penjara. Hasil denda tersebut nantinya akan dikumpulkan dan dialokasikan untuk dana menghambat penyebaran virus corona.

"Kecerobohan manusia bisa menghasilkan kerepotan bahkan kematian bagi yang lain, maka warga harus kompak," ucap dia. 

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Pemko Pekanbaru dan IMI Gelar Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota
Sempat Padam, Karhutla di Kerumutan Pelalawan Kembali Menyala
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Bergabung dengan Personel Padamkan Api Karhutla di Pelalawan
Perdana Digelar, Rakor Damkar Kabupaten Kota se-Riau Satukan Langkah Perkuat Penanganan Kebakaran
Salim, S. Pd, Ketua Kwarran Siak Hulu Terima Lencana Melati Pramuka: Pengabdian, Kesetiaan dan Dedikasi
Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan
komentar
beritaTerbaru