Peringatan HUT Ke-81 TNI, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
JAKARTA - Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan bahwa wabah virus corona (COVID-19) bakal tetap ada hingga waktu yang sangat lama. Bahkan mungkin baru bisa dikendalikan pada paruh kedua dekade ini.
"Saya akan mengatakan dalam jangka waktu empat hingga lima tahun, kita bisa melihat cara mengendalikan [wabah] ini." kata Swaminathan dalam webinar Global Boardroom Financial Times, Rabu (13/5/2020).
Lebih lanjut, Swaminathan mengatakan bahwa vaksin mungkin menjadi satu-satunya jalan keluar dari virus asal Wuhan, China itu. Meski untuk memproduksi dan menyebarkannya mungkin akan menghadapi cukup banyak tantangan.
Baca Juga:
Per Jumat sekitar pukul 08:30 WIB, sudah ada 4.524.474 orang yang terinfeksi virus corona secara global. Menurut Worldometers, 303.341 orang di antaranya telah meninggal dunia dan 1.703.648 orang sembuh.
Untuk menekan penyebaran wabah, sebelumnya telah banyak negara yang memberlakukan penguncian (lockdown) serta menerapkan berbagai aturan jaga jarak sosial (social distancing). Namun belakangan sudah mulai banyak negara yang melonggarkan aturan itu.
Baca Juga:
Menurut prediksi Badan Energi Internasional pada hari Kamis, setidaknya akan ada 2,8 miliar orang di seluruh dunia yang melakukan tindakan lockdown/social distancing pada akhir Mei. Jumlah itu turun dari puncak baru-baru ini yang sebanyak 4 miliar orang.
Sayangnya, beberapa negara yang mulai melonggarkan aturan, seperti China, juga kembali melaporkan peningkatan kasus. Hal ini membuat kekhawatiran akan hadirnya gelombang kedua pandemi corona.
Mempertimbangkan hal ini, pada briefing media terpisah, direktur eksekutif program kedaruratan WHO Dr. Mike Ryan telah memperingatkan bahwa virus corona "mungkin tidak akan pernah hilang" dari muka bumi.
Ia juga mengatakan tidak ada yang bisa memprediksi secara akurat kapan penyakit itu akan hilang, ketika diminta untuk menanggapi komentar Swaminathan.
"Mencoba mengendalikan virus akan membutuhkan upaya besar-besaran, bahkan jika vaksin ditemukan." katanya, sebagaimana dilaporkan CNBC International.
(CNBCIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang kemenangan tipis 10 pada pekan keempat menghadapi Semen Padang FC yang dip
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Irjen Pol Arman Achdiat resmi mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau yang baru usai dil
Hukrim
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengevaluasi hasil pelaporan bulan pertama para operator seluler terk
Iptek
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendorong pemerintah dan pihak terkait segera membentuk tim terpadu untuk memben
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai mengungkap dugaan praktik penimbunan dan pe
Hukrim
kabarmelayu.com,BARITOSELATAN Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupate
Lingkungan
"Mencegah lebih murah dan lebih baik daripada memadamkan"
Lingkungan