Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan
kabarmelayu.com,ROHIL Kawal status quo, 12 pendiri koperasi JMB dan firma hukum brother & groups pasang plang peringatan hukum di lahan se
Hukrim
JAKARTA - Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan bahwa wabah virus corona (COVID-19) bakal tetap ada hingga waktu yang sangat lama. Bahkan mungkin baru bisa dikendalikan pada paruh kedua dekade ini.
"Saya akan mengatakan dalam jangka waktu empat hingga lima tahun, kita bisa melihat cara mengendalikan [wabah] ini." kata Swaminathan dalam webinar Global Boardroom Financial Times, Rabu (13/5/2020).
Lebih lanjut, Swaminathan mengatakan bahwa vaksin mungkin menjadi satu-satunya jalan keluar dari virus asal Wuhan, China itu. Meski untuk memproduksi dan menyebarkannya mungkin akan menghadapi cukup banyak tantangan.
Baca Juga:
Per Jumat sekitar pukul 08:30 WIB, sudah ada 4.524.474 orang yang terinfeksi virus corona secara global. Menurut Worldometers, 303.341 orang di antaranya telah meninggal dunia dan 1.703.648 orang sembuh.
Untuk menekan penyebaran wabah, sebelumnya telah banyak negara yang memberlakukan penguncian (lockdown) serta menerapkan berbagai aturan jaga jarak sosial (social distancing). Namun belakangan sudah mulai banyak negara yang melonggarkan aturan itu.
Baca Juga:
Menurut prediksi Badan Energi Internasional pada hari Kamis, setidaknya akan ada 2,8 miliar orang di seluruh dunia yang melakukan tindakan lockdown/social distancing pada akhir Mei. Jumlah itu turun dari puncak baru-baru ini yang sebanyak 4 miliar orang.
Sayangnya, beberapa negara yang mulai melonggarkan aturan, seperti China, juga kembali melaporkan peningkatan kasus. Hal ini membuat kekhawatiran akan hadirnya gelombang kedua pandemi corona.
Mempertimbangkan hal ini, pada briefing media terpisah, direktur eksekutif program kedaruratan WHO Dr. Mike Ryan telah memperingatkan bahwa virus corona "mungkin tidak akan pernah hilang" dari muka bumi.
Ia juga mengatakan tidak ada yang bisa memprediksi secara akurat kapan penyakit itu akan hilang, ketika diminta untuk menanggapi komentar Swaminathan.
"Mencoba mengendalikan virus akan membutuhkan upaya besar-besaran, bahkan jika vaksin ditemukan." katanya, sebagaimana dilaporkan CNBC International.
(CNBCIndonesia.com)
kabarmelayu.com,ROHIL Kawal status quo, 12 pendiri koperasi JMB dan firma hukum brother & groups pasang plang peringatan hukum di lahan se
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama tim gabungan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran l
Lingkungan
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, H. Fadillah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan proses hibah sejumlah aset eks Caltex yang saat ini masih b
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pergelaran Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, resmi dibuka, R
Budaya
kabarmelayu.com,KUANSING Sebanyak 857 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Festival Pacu Jalur, perhelatan budaya masyarakat K
Pemerintahan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
Article
kabarmelayu.com,PEKANBARU Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatia
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Riau belum juga menemuk
Parlemen