24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
JAKARTA - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengirim setidaknya tujuh kapal selam ke Laut China Selatan. Menurut salah satu tokoh penting dalam angkatan laut, kapal-kapal itu sengaja disiagakan dengan tujuan untuk memastikan kebebasan dan mengimbangi operasi China di kawasan.
"Operasi kami adalah demonstrasi kesediaan kami untuk membela kepentingan dan kebebasan kami di bawah hukum internasional." kata Laksamana Muda Blake Converse, komandan sub-pasukan Pasifik yang bermarkas di Pearl Harbor, lapor Express, Selasa (19/5/2020).
Kapal selam yang disiagakan itu termasuk empat kapal selam penyerang (attack submarines) yang berbasis di Guam, USS Alexandria yang berbasis di San Diego dan beberapa kapal yang berbasis di Hawaii.
Baca Juga:
Attack submarines merupakan kapal selam yang dipersenjatai dengan torpedo dan rudal jelajah Tomahawk. Kapal selam jenis ini mampu melakukan pengawasan rahasia.
Selain kapal selam, Angkatan Laut AS juga telah menyiagakan armada kapal perang di Pasifik Barat sebagai unjuk kekuatan di kawasan. Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dengan China di Laut China Selatan dan di tengah cekcok kedua ekonomi terbesar di dunia itu soal pandemi virus corona (COVID-19).
Baca Juga:
Sebagaimana diketahui, berapa waktu belakangan China terus meningkatkan aktivitasnya di Laut China Selatan. China juga terus memperluas kendalinya atas sebagian besar wilayah di perairan tersebut dengan membangun pulau-pulau buatan atau pulau reklamasi.
China juga diyakini telah melakukan aktivitas yang mengganggu negara-negara lain di kawasan, seperti yang baru-baru ini dilakukannya terhadap kapal eksplorasi minyak yang dikontrak oleh perusahaan energi negara Malaysia, Petronas.
Sebelumnya, AS telah menyebut bahwa apa yang dilakukan China di kawasan adalah upaya ilegal. China juga dianggap telah dengan sengaja memanfaatkan kondisi di mana pandemi sedang mewabah untuk meningkatkan keuntungan di kawasan.
"Ketika militer AS menangani COVID-19 di dalam negeri, kami tetap fokus pada misi keamanan nasional kami di seluruh dunia.
"Banyak negara telah berupaya untuk pulih dari pandemi, dan sementara itu, pesaing strategis kami berusaha untuk mengeksploitasi krisis ini untuk keuntungan mereka dengan mengorbankan negara lain." kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper.
Esper juga menuduh China meningkatkan "kampanye disinformasi" untuk mengalihkan kesalahan terkait virus mematikan asal kota Wuhan itu dan melindungi citranya.
"Kami terus melihat perilaku agresif oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Laut China Selatan, mulai dari mengancam kapal angkatan laut Filipina hingga menenggelamkan kapal nelayan Vietnam dan mengintimidasi negara-negara lain agar dibiarkan terlibat dalam pengembangan minyak dan gas lepas pantai."
Lebih lanjut, Esper mengatakan bahwa dua kapal AS baru menyelesaikan operasi kebebasan navigasi (FONOP) di Laut China Selatan minggu sebelumnya. Kedua kapal itu adalah Kapal penjelajah berpeluru kendali USS Bunker Hill dan kapal perusak USS Barry.
Kapal penjelajah berpeluru kendali USS Bunker Hill melakukan FONOP di Kepulauan Spratly, dan kapal perusak USS Barry berlayar dua kali melalui Selat Taiwan dan melalui Kepulauan Paracel, wilayah yang disengketakan yang diklaim China sebagai miliknya.
"[Operasi itu bertujuan] untuk mengirim pesan yang jelas ke Beijing bahwa kami terus melindungi kebebasan navigasi dan perdagangan untuk semua negara besar dan kecil." jelas Esper.
Aksi ini sebelumnya telah membuat marah China. Negara ini menyebut upaya AS itu sebagai tindakan provokatif dan mengancam ketenangan di kawasan.
"Tindakan-tindakan provokatif oleh pihak AS ini telah secara serius melanggar kedaulatan dan kepentingan keamanan China, sengaja meningkatkan risiko keamanan regional dan dapat dengan mudah memicu insiden yang tidak terduga." kata komando militer China dalam sebuah pernyataan.
(CNBCIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mencatat sebanyak lima orang peserta latihan dasar militer (latsarmil) untuk par
Peristiwa
kabarmelayu.com,KUANSING Kafilah Kabupaten Bengkalis disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) saat tiba untuk
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KUANSING Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT diwakili Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Raky
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau terus menggenjot capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi R
Kesehatan
kabarmelayu.com,BANDARLAMPUNG Persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV terus dimatangkan. SIWO PWI Lampu
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Cipta Lestari hari ini miliki nahkoda baru. Ditetapkan, Suryad
Ekbis