Jumat, 21 Agustus 2026 WIB

Restorannya Dihancurkan Demonstran George Floyd, Komentar Pengusaha Muslim Ini Menyentuh

Harijal - Selasa, 02 Juni 2020 20:32 WIB
Restorannya Dihancurkan Demonstran George Floyd, Komentar Pengusaha Muslim Ini Menyentuh
(Foto: AFP)
Toko di New York menjadi sasaran penjarahan saat demonstrasi mengecam pembunuhan George Floyd

WASHINGTON - Dari sekian banyak pengusaha yang rugi akibat demonstrasi anarkistis di berbagai kota di Amerika Serikat (AS) menentang pembunuhan pria kulit hitam George Floyd, Ruhel Islam merupakan salah satunya.

Ruhel merupakan pemilik restoran Gandhi Mahal yang berdiri di Minneapolis, Minnesota, lokasi pembunuhan George yang juga pusat kerusuhan.

Dalam posting-an di Facebook yang sudah dibagikan lebih dari 33.000 kali, Hafsa Islam, anak Ruhel, menulis pernyataan, "Saya dengar ayah berbicara lewat telepon. `Biarkan gedung saya terbakar, keadilan harus ditegakkan, penjarakan para polisi itu`,” kata Hafsa, menirukan pernyataan sang ayah.

Baca Juga:

Menurut dia bangunan restoran bisa diperbaiki, namun nyawa yang hilang tak akan bisa kembali.

"Kita bisa bangun gedung kembali. Tapi kita tidak bisa kembalikan pria ini ke keluarganya," kata imigran asal Bangladesh itu, seperti dilaporkan kembali VOA, Selasa (2/6/2020).

Baca Juga:

Hal senada disampaikan pemilik gerai di Washington DC. Michelle Brown, co-owner Teasim, mengatakan dalam cuitan, "Sebelum orang-orang berbicara atas nama kami. Black Lives Matter."

“Ada asuransi untuk menanggung hal seperti ini, tapi kami sangat sedih dan sakit hati tentang apa yang terjadi di negara ini," kata Linda Neumann, mitra bisnis Brown.

Pemilik kafe Dolcezza, Robb Duncan, memahami apa yang dirasakan demonstran.

Kafe yang juga berada di Washington itu dirusak dan perabotannya hancur. Pemilik harus merogoh 1.200 dolar AS atau sekitar Rp17,5 juta untuk sekadar menutup jendela dengan papan.

“Ada banyak hal yang terjadi bersamaan dengan kegelisahan orang-orang terkait pekerjaan, masa depan, apa yang tengah terjadi, penghasilan mereka, dan pandemi. Saya mengerti dan kami mendukungnya. Jika ada jendela pecah, ini bukan masalah besar. Memang harus ada perubahan,” tuturnya, kepada The Washington Post.

Aksi lain yang tak kalah menyentuh adalah munculnya relawan yang membantu para pemilik gerai atau toko membersihkan tempat usaha mereka.

"Saya tidak ikut rusuh, tapi saya ada di sana saat 2.000 lebih warga Pittsburgh bersatu. Saya ingin memastikan pesan itu tidak hilang akibat aksi orang bodoh yang melakukan kerusuhan," kata seorang relawan, Russell Ruffolo, kepada Pittsburgh Post-Gazette.

(iNews.id)

SHARE:
beritaTerkait
Pemko Pekanbaru dan IMI Gelar Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota
Sempat Padam, Karhutla di Kerumutan Pelalawan Kembali Menyala
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Bergabung dengan Personel Padamkan Api Karhutla di Pelalawan
Perdana Digelar, Rakor Damkar Kabupaten Kota se-Riau Satukan Langkah Perkuat Penanganan Kebakaran
Salim, S. Pd, Ketua Kwarran Siak Hulu Terima Lencana Melati Pramuka: Pengabdian, Kesetiaan dan Dedikasi
Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan
komentar
beritaTerbaru