Jumat, 09 Oktober 2026 WIB

Rusia Klaim Rampungkan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Dokter Jadi Prioritas

Harijal - Minggu, 02 Agustus 2020 19:28 WIB
Rusia Klaim Rampungkan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Dokter Jadi Prioritas
(foto: AFP)
Ilustrasi vaksin Covid-19

MOSKOW - Rusia mengklaim telah selesai uji coba klinis vaksin Covid-19. Kementerian Kesehatan Rusia berencana mulai mendistribusikan vaksin mulai Oktober pada guru dan dokter.

"Mereka akan diimunisasi dengan vaksin Rusia pertama yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Nasional Gamaleya, yang telah menyelesaikan uji klinis dan sedang mendapatkan registrasi dari negara," ujar Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Muraskho, dilansir dari Anadoulu Agency, Minggu (2/8/2020).

Vaksin Rusia pertama yang lolos uji klinis didasarkan pada adenovirus. Sedangkan vaksin lain yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan dan diharapkan bisa mendapatkan "registrasi bersyarat" pada September. Kemungkinan vaksin tersebut diluncurkan ke publik pada Oktober mendatang.

Baca Juga:

Murashko mengatakan saat ini dokumen registrasi vaksin tengah disiapkan. Dia menambahkan, masih ada dua jenis vaksin lain yang diharapkan akan memulai uji klinis dalam dua bulan mendatang.

"Kami mengharapkan setidaknya dua aplikasi lagi dalam satu setengah sampai dua bulan ke depan untuk izin untuk melakukan uji klinis," lanjutnya.

Baca Juga:

Rusia berada di urutan empat negara paling terdampak Covid-19 di dunia. Berdasarkan data worldmeter yang diakses Minggu (2/8/2020) sore WIB, di negara itu terdapat 845.443 kasus infeksi, 646.524 kasus sembuh dan 14.058 angka kematian.

(iNews.id)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Peduli Kabut Asap, KSABP Bagikan 3.000 Masker Gratis di Pekanbaru
Maura Ernita Silaturahmi ke Disparporabud Inhil, Bertekad Bawa Budaya Daerah ke Panggung Nasional
2.828 Hotspot di Sumatera, Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat
Perusahaan Wajib Keluarkan Plasma HGU, Bupati Inhil Jangan Diam
Peringatan untuk Kelompok Rentan, Asap Karhutla Berisiko Hingga  Mengancam Jiwa
komentar
beritaTerbaru