Rabu, 07 Oktober 2026 WIB

Pemimpin Anti-Islam Pembakar Alquran asal Denmark Dilarang Masuk Swedia

Harijal - Sabtu, 29 Agustus 2020 12:50 WIB
Pemimpin Anti-Islam Pembakar Alquran asal Denmark Dilarang Masuk Swedia
(Foto: costaposten)
Rasmus Paludan.

STOCKHOLM - Pemimpin kelompok garis keras antiimigrasi asal Denmark, Rasmus Paludan, dilarang masuk Swedia selama dua tahun, kata pihak berwenang, Jumat (28/8/2020). Paludan selama ini dikenal karena retorikanya yang anti-Muslim dan anti-Islam.

“Kami menduga dia akan melanggar hukum di Swedia. Ada juga risiko bahwa perilakunya akan menimbulkan ancaman bagi masyarakat,” kata Juru Bicara Kepolisian Swedia, Calle Persson, kepada AFP.

Paludan dijadwalkan mengunjungi Kota Malmo, Swedia, Jumat waktu setempat, untuk menggelar unjuk rasa anti-Muslim. Sebelumnya, dia telah meminta orang-orang untuk membakar Alquran dalam aksi penuh kebencian itu.

Baca Juga:

Paludan ditangkap di dekat Malmo. Namun, para pendukungnya tetap melakukan aksi unjuk rasa dan membakar Alquran, menurut laporan media lokal. Tiga orang ditangkap karena menghasut kebencian rasial.

Paludan kemudian mengunggah tulisan bernada pedas di Facebook atas larangan yang diberlakukan polisi terhadapnya. “(Saya) dikirim kembali (ke Denmark) dan dilarang masuk Swedia selama dua tahun. Sementara, para pemerkosa dan pembunuh selalu diterima!” ungkapnya.

Baca Juga:

Paludan tahun lalu membakar Alquran yang dibalut dengan bacon (daging babi)—yang diharamkan dalam Islam.

(iNews.id)

SHARE:
beritaTerkait
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Dewan Pengurus Korpri Inhil 2026-2031 Dikukuhkan
Jarak Pandang 800 Meter, Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
Sambut HUT ke-27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Hotspot Melonjak Lagi, Sumatera 4.806, Riau 16, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
komentar
beritaTerbaru