Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
AMERIKA SERIKAT - Seorang Muslimah, Melissa Grajek menjadi sasaran semua jenis perlakukan diskriminasi dan kejahatan kebencian karena memakai jilbab. Namun insiden yang terjadi di Discovery Lake di San Marcos, California beberapa waktu lalu membuat Grajek harus melepaskan jilbabnya.
Saat itu, anaknya yang berusia satu tahun sedang bermain dengan anak lain. Namun, ayah anak tersebut marah dan mengatakan, bahwa ia merasa tidak sabar untuk menantikan kebijakan preiden Trump mengusir Muslim ke negara asalnya.
Pria itu lalu melempar serpihan kayu ke anak Grajek. Pada saat itu, Grajek merasa sudah begitu muak dengan perlakukan yang ia terima. Sehingga ia memutuskan untuk melepas hijabnya.
Baca Juga:
"Saya memang diwajibkan untuk mengenakan jilbab, tapi insiden yang terjadi kepada anak saya menandakan bahwa mengenakan jilbab menimbulkan banyak risiko kepada anak saya,” ujar Grajek seperti dilansir usatoday.com (13/12).
Bukan hanya Grajek saja yang menjadi korban kejahatan kebencian karena jilbabnya. Pekan lalu, Ilhan Omar, yang baru terpilih sebagai perwakilan negara Minneapolis, meninggalkan Gedung Putih, untuk membahas beberapa kebijakan. Khususnya terkait kebijakan untuk Muslim AS.
Baca Juga:
Ia menceritakan, kejadian saat dirinya memperoleh ancaman dari sopir taksi. Sopir mengancam akan melepas jilbab Ilhan sambil mengucapkan kata-kata kasar dan menyebutnya ISIS.
Sehari sebelumnya, seorang pria mendorong pekerja moda transportasi New York City saat menuruni tangga di terminal Grand Central. Pria tersebut meneriakinya teroris dan meminta untuk kembali ke negara asal.
Semua wanita yang menjadi korban kejahatan kebencian ini mengenakan jilbab. Menanggapi fenomena ini, beberapa imam di seluruh negara bagian AS mengaku, tidak mempermasalahkan keputusan sebagian Muslimah yang melepas jilbabnya untuk sementara waktu.
Imam Abdullah Antepli baru-baru bertanya langsung kepada sekelompok wanita di Asosiasi Islam Raleigh (N.C.) terkait berapa banyak dari mereka yang merasa tidak aman. Sebagian besar dari kelompok tersebut mengaku merasa tidak aman.
“Keadaan luar biasa di mana saat ini Muslim Amerika mungkin memerlukan langkah-langkah yang luar biasa. Termasuk melepas jilbab, setidaknya untuk sementara waktu,” katanya.
Serangan atau intimidasi Muslim terus mengalami peningkatan. Khususnya setelah retorika kampanye Trump tentang Muslim AS. (ROL/rec)
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua pesawat gagal mendarat akibat rendahnya Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Peka
Peristiwa
Sambut HUT ke27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2500an, pagi ini
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (UNRI) menggelar Seminar
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya memastikan wilayah bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) benarbenar aman terus dilakukan. BPBD Pen
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan kenaikan harga cabai yang dipicu t
Pemerintahan
Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto
Pemerintahan