Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB

Masjid di Nigeria Diberondong Tembakan, 21 Jamaah Meninggal

Harijal - Senin, 15 Mei 2017 22:04 WIB
Masjid di Nigeria Diberondong Tembakan, 21 Jamaah Meninggal
(ilustrasi).
Serangan terhadap masjid di Nigeria

MOKWA - Sebanyak 21 jamaah di sebuah masjid di Komunitas Etogi, Ggbara Ward, Daerah Pemerintah Mokwa, Nigeria, tewas dalam serangan bersenjata. Pelaku dicurigai berasal dari kelompok pemuda gembala bernama Fulani.

Dilansir dari Daily Post Nigeri, Senin (15/5), sebelumnya terjadi perselisihan antara pemuda Utara dan masyarakat, dengan seorang gembala yang kabarnya terbunuh. Kabarnya, gembala itu meminta sebidang tanah milik masyarakat untuk bertani.

Hal itu terjadi dengan kesepakatan untuk membayar persentase tertentu setiap tahun kepada Kepala Desa. Tapi, belakangan kesepakatan itu batal, dan terjadi perselisihan ketika pemuda gembala diminta menghormati perjanjian.

Baca Juga:

Mereka menolak dan malah mengklaim kepemilikan tanah sesungguhnya, sehingga perkelahian tidak terelakan. Seorang gembala meninggal, yang akhirnya membuat gembala lain memobilisasi serangan ke sebuah masjid di sana.

Serangan dilakukan saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah shalat subuh. Humas Komando Polisi Negara Bagian Niger, PPRO, DSP Bala Elkana, membenarkan laporan itu. Ia mengatakan, jumlah korban tewas pun telah terkonfirmasi.

Baca Juga:

"Telah dikonfirmasi serangan itu merupakan balasan atas pembunuhan pengembala sebelumnya oleh penduduk desa, 21 orang terbunuh sedangkan delapan orang lain mengalami cedera berbagai tingkatan akibat serangan," kata Elkana.(ROL)

SHARE:
beritaTerkait
Semarak HUT RI ke-81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
Polda Riau Turunkan Tim Ahli Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis
Kelurahan Kampung Bandar Juara III Lomba Kebersihan se-Kota Pekanbaru
Waka I DPRD Inhil Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Pekanbaru
Pemko Pekanbaru dan IMI Gelar Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota
Sempat Padam, Karhutla di Kerumutan Pelalawan Kembali Menyala
komentar
beritaTerbaru