Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
DALAM beberapa tradisi, menstruasi dianggap sebagai hal yang tabu dan kotor. Nepal adalah salah satu negara yang punya tradisi untuk mengasingkan perempuan yang tengah datang bulan.
Tradisi ini dikenal dengan nama Chhaupadi. Dalam tradisi ini, perempuan yang tengah datang bulan atau menstruasi dilarang untuk menyentuh makanan, lambang atau simbol agama, hewan ternak, dan pria selama masa menstruasi. Tak cuma itu, mereka juga harus tidur jauh dari orang lain.
Mengutip AFP, praktik ini terkait dengan agama Hindu, di mana mereka beranggapan bahwa perempuan menjadi ‘tak tersentuh’ selama menstruasi dan setelah melahirkan.
Baca Juga:
Mereka dilarang juga untuk berinteraksi dengan komunitas mereka.
Mengutip berbagai sumber, perempuan yang sedang menstruasi juga dilarang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keluarga yang normal. Mereka dianggap sedang dalam masa ‘tidak murni’ dan juga membawa sial.
Baca Juga:
Oleh karena itu, mereka pun diasingkan ke sebuah kandang ternak, gubug darurat selama periode menstruasi.
Di Nepal, praktik pengucilan kuno ini sudah dilarang pada 2005. Namun masih diberlakukan di beberapa bagian Nepal, khususnya daerah barat yang terpencil dan konservatif.
Tahun lalu, Kathmandu memberlakukan hukuman penjara tiga bulan dan denda 3.000 rupee bagi siapa pun yang tertanggap melakukan chhaupadi.
Namun sebuah kasus yang melibatkan praktik ini di Nepal menelan korban lagi. Seorang ibu dan dua anaknya meninggal karena diduga menghirup asap setelah dikucilkan di gubuk tanpa jendela saat menstruasi.
Polisi mengungkapkan fakta tersebut pada Rabu (9/1). Korban yang bernama Amba Bohara (35) sedang tertidur di sebuah gubuk di distrik Bajura barat pada Selasa malam bersama dengan dua putranya yang berusia 12 dan 9 tahun.
Ketiganya berkumpul di depan api untuk membuat tubuhnya tetap hangat di malam yang dingin.
Kepala polisi setempat Uddhab Singh Bhat mengatakan bahwa ibu mertua perempuan itu membuka pondok darurat pada hari berikutnya dan menemukan ketiganya sudah tewas.
"Kami menunggu hasil postmortem untuk mengonfirmasi penyebab kematian, tapi kami yakin mereka meninggal karena mati lemas," kata Bhat.
"Kami sedang menyelidiki."
Ini bukan kasus pertama yang terjadi. Tahun lalu, seorang perempuan 21 tahun juga tercekik karena asap saat dibuang ke gubuk darurat. Selain itu ada juga perempuan yang meninggal karena gigitan ular.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengatakan kalau polisi harus bertindak lebih lanjut untuk menegakkan hukum.
"Perempuan akan makin banyak yang meninggal kecuali ada konsekuensi untuk menegakkan tradisi ini," kata Mohna Ansari dari Komnas HAM.
(cnnindonesia.com)
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan
Hukrim
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Stand Bazar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat pada hari pertama pem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi melepas 70 orang kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qura
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Time respons atau waktu respons dari Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 di Kota Pekanbaru terus dioptimalkan. Waktu resp
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan