Jumat, 09 Oktober 2026 WIB

Cukup 30 Menit, ‘Senjata Kiamat’ China Bikin Amerika Serikat KO

Harijal - Jumat, 11 Oktober 2019 15:04 WIB
Cukup 30 Menit, ‘Senjata Kiamat’ China Bikin Amerika Serikat KO
Photo : Foreign Policy
Militer China.

Angkatan Bersenjata China memiliki rudal balistik hipersonik antarbenua berkapabilitas nuklir terbaru, Dongfeng (DF)-41.

Rudal ini diyakini memiliki jangkauan hingga 15 ribu kilometer, yang membuatnya menjadi rudal militer dengan jarak terjauh di dunia.

Berdasarkan data yang diolah VIVA, Jumat, 11 Oktober 2019, rudal balistik ini diklaim bisa menembus semua sistem pertahanan udara dan meluluhlantakkan daratan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:

Teknologi rudal Dongfeng-41 memungkinkan untuk terbang pada ketinggian yang jauh lebih rendah, serta dapat dikendalikan secara manual sebelum mengirimkan hulu ledak.

Hal ini membuat upaya deteksi dan pencegatannya semakin sulit dilakukan. Bukan itu saja. Rudal balistik ini kemungkinan dapat membawa sebanyak 10 hulu ledak nuklir untuk mencapai target yang berbeda.

Baca Juga:

Rudal balistik Dongfeng-41.

Rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dijuluki 'senjata kiamat' itu dapat mencapai AS dalam 30 menit.

Selain memamerkan Dongfeng-41, China juga menunjukkan DF-17 yaitu rudal hipersonik berkemampuan nuklir yang menurut analis asing dirancang untuk bermanuver dengan kecepatan tinggi guna menghindari pertahanan anti rudal.

Rudal DF-17 dapat diluncurkan dari rudal dan sekali terpisah dapat mencapai lebih dari lima kali kecepatan suara.

China juga memperlihatkan peningkatan rudal andalannya, DF-31, yang memiliki jangkauan lebih dari 11.200 kilometer yang menempatkan sebagian besar benua Amerika dalam jangkauan.

Rudal balistik Dongfeng-17.

Selanjutnya, ada rudal DF-31AG generasi kedua, seperti ‘senjata kiamat’ Dongfeng-41, menggunakan bahan bakar padat untuk kemudahan penyebaran dan kecepatan peluncuran. Rudal ini hadir dengan mobilitas dan presisi tinggi.

Data dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), China merupakan negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia dengan 2 juta personel aktif, dibandingkan AS yang hanya memiliki 1,29 juta personel militer aktif.

Pada 2018, China menghabiskan US$250 miliar untuk anggaran militernya, masih kalah besar dibandingkan Amerika Serikat yang menghabiskan US$649 miliar.

(viva.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Peduli Kabut Asap, KSABP Bagikan 3.000 Masker Gratis di Pekanbaru
Maura Ernita Silaturahmi ke Disparporabud Inhil, Bertekad Bawa Budaya Daerah ke Panggung Nasional
2.828 Hotspot di Sumatera, Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat
Perusahaan Wajib Keluarkan Plasma HGU, Bupati Inhil Jangan Diam
Peringatan untuk Kelompok Rentan, Asap Karhutla Berisiko Hingga  Mengancam Jiwa
komentar
beritaTerbaru