Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Hukrim
JAKARTA - Seorang pria asal Sichuan, China stres dan mencoba mengakhiri hidupnya setelah mengetahui tagihan belanjanya mencapai 300 ribu yuan atau setara Rp602,5 juta.
Belakangan diketahui jika tagihan tersebut merupakan ‘ulah’ sang istri yang belanja selama periode Hari Lajang 11.11. Insiden tersebut terjadi setelah kepolisian Luzhou, China mendapat laporan Wang (29) yang hendak melompat dari atap gedung setinggi 33 lantai.
Polisi yang tiba di lokasi pada pukul 22.00 waktu setempat mencoba membujuk dan menenangkannya untuk segera turun. Wang yang saat itu masih emosi akhirnya bersedia turun setelah kurang lebih 30 menit.
Baca Juga:
Berdasarkan keterangan polisi, Wang diketahui stres dan tengah menghadapi tekanan emosi tinggi karena perilaku Zhan, istrinya. Perempuan berusia 29 tahun ini menambah utang dalam jumlah besar untuk berbelanja saat promo diskon 11 November lalu.
Zhan diketahui membeli berbagai barang mulai dari tas tangan buatan desainer, parfum mahal, hingga pakaian.
Baca Juga:
Mengutip World of Buzz, Zhan menyebut memanfaatkan promo tersebut meski sempat berdebat dengan suami. Wang diketahui hanya bekerja sebagai sales representative dengan penghasilan bulanan beberapa ribu yuan atau kurang dari Rp10,3 juta.
Selain karena pendapatannya yang tak cukup untuk membayar utang istrinya, ia juga merasa stres karena menjadi satu-satunya pencari nafkah di keluarga. Sang istri diketahui berhenti dari pekerjaannya demi mengurus anak mereka yang baru lahir.
Mothership melaporkan, Wang akhirnya dipulangkan ke kediamannya dan polisi telah berhasil menghubungi keluarga. Setelah berdiskusi dengan polisi, Zhan berjanji tidak lagi terobsesi dan akan berhenti untuk belanja daring. Sementara Wang berjanji akan bekerja keras demi melunasi utang-utangnya.
Kasus kecanduan belanja daring yang dialami Zhan sebenarnya bukan yang pertama ia lakukan.
Zhan juga pernah menghabiskan 200 ribu yuan atau sekitar Rp401,7 juta untuk belanja tas mewah, parfum, dan pakaian. Hobi belanja daring menggunakan beberapa kartu kredit dan melakukan pinjaman semakin memburuk setelah tahun lalu ia melahirkan.
Kendati demikian, Zhan kerap menjual kembali barang yang ia beli setelah beberapa bulan demi meringankan utang. Namun, hasil yang didapat dari cara tersebut tetap tidak menutupi seluruh utang yang harus ia bayar.
(cnnindonesia.com)
Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap ditunjukkan Komunitas Sosial Alat Berat Pe
Sosial
Jaga selalu marwah Bumi Melayu Seri Gemilangkabarmelayu.com,INHIL Menjelang keikutsertaannya dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2026, Mau
Budaya
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hotspot atau titik panas di pulau Sumatera masih berada di angka ribuan. Sore ini. Kamis (8/10/2026) terpantau 2
Lingkungan
kabarmelayu.com,INHIL Persoalan kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan kembali menjadi perhatian. Bukan hanya soal bantuan Corpora
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap yang menyelimuti armosfer Riau, akan menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan s
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengingatkan seluruh sekolah swasta di bawah kewenangan Dinas Pendidikan (Disd
Pendidikan
Kelompok 7 PBL Mahasiswa UHTP Gelar Pengabdian Masyarakat di RW 7 Kelurahan Simpang Baru
Pendidikan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati inhil H.Herman, SE.MT hadiri Panen Padi Perdana Semaram kelompok Tani sekayan Subur di Desa Sekayan Dusun sem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyerahkan bantuan untuk tujuh kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat ti
Pemerintahan