19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
JAKARTA - China menghapus siaran pertandingan Liga Premier Arsenal melawan Manchester City. Hal ini dilakukan setelah Mesut Ozil, salah satu pemain Arsenal, mengkritik kebijakan China terkait minoritas Muslim Uighur di XinJiang.
Siaran tersebut seharusnya ditayangkan televisi China CCTV. Tapi dalam Twitter Global Times, sebagaimana dikutip Reuters, kekecewaan pemerintah dan penggemar menjadi alasan kenapa pertandingan sepak bola itu batal tayang.
Sebelumnya, Ozil dalam sebuah postingan di media sosial mengkritik tindakan China kepada Muslim Uighur. Pemain Timnas Jerman itu menyebut Muslim Uighur sebagai "pejuang yang menentang persekusi"
Baca Juga:
"(Di China) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah teologi Islam-madrasah dilarang, cendikiawan dibunuh satu per satu. Terlepas dari itu semua, Muslim tetap diam," tulis Ozil di medsosnya akhir pekan lalu.
Sementara itu, juru bicara Arsenal mengatakan mereka belum akan memberikan pernyataan resmi terkait ini. Meski demikian, melalui akun resmi Arsenal di platform Weibo, klub ini mengatakan hal tersebut adalah komentar pribadi Ozil.
Baca Juga:
"Sebagai klub sepak bola, Arsenal selalu menganut prinsip tidak terlibat dalam politik," tulis akun itu.
Pernyataan Ozil sempat membuat marah netizen China. Bahkan di akun Weibo Arsenal, terdapat sebuah postingan balasan yang memperlihatkan jersey milik Ozil rusak parah karena digunting penggemar.
Asosiasi Sepak Bola China juga mengatakan marah dan kecewa. "(Pernyataan Ozil) tidak pantas," kata pejabat asosiasi yang tidak disebut namanya sebagaimana dikutip Reuters dari harian China, The Paper.
"Komentar Ozil ... menyakitkan bagi penggemar di China ... juga melukai perasaan orang-orang China. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa kami terima."
Dalam laporan PBB dan kelompok hak asasi manusia diperkirakan 1-2 juta etnis Uighur China telah ditahan di sejumlah kamp khusus di Xinjiang.
Meski demikian China berulang kali membantah melakukan penganiayaan. Pemerintah mengatakan kamp tersebut hanya pusat pelatihan.
(cnbcindonesia.com)
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 251,4 g/mda
Pemerintahan
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua pesawat gagal mendarat akibat rendahnya Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Peka
Peristiwa
Sambut HUT ke27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2500an, pagi ini
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (UNRI) menggelar Seminar
Ekbis