Jumat, 09 Oktober 2026 WIB

Ozil Bela Muslim Uighyur, China ‘Serang’ Arsenal

Harijal - Senin, 16 Desember 2019 07:43 WIB
Ozil Bela Muslim Uighyur, China ‘Serang’ Arsenal
(REUTERS/Hannah McKay)
Foto: Mesut Ozil

JAKARTA - China menghapus siaran pertandingan Liga Premier Arsenal melawan Manchester City. Hal ini dilakukan setelah Mesut Ozil, salah satu pemain Arsenal, mengkritik kebijakan China terkait minoritas Muslim Uighur di XinJiang.

Siaran tersebut seharusnya ditayangkan televisi China CCTV. Tapi dalam Twitter Global Times, sebagaimana dikutip Reuters, kekecewaan pemerintah dan penggemar menjadi alasan kenapa pertandingan sepak bola itu batal tayang.

Sebelumnya, Ozil dalam sebuah postingan di media sosial mengkritik tindakan China kepada Muslim Uighur. Pemain Timnas Jerman itu menyebut Muslim Uighur sebagai "pejuang yang menentang persekusi"

Baca Juga:

"(Di China) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah teologi Islam-madrasah dilarang, cendikiawan dibunuh satu per satu. Terlepas dari itu semua, Muslim tetap diam," tulis Ozil di medsosnya akhir pekan lalu.

Sementara itu, juru bicara Arsenal mengatakan mereka belum akan memberikan pernyataan resmi terkait ini. Meski demikian, melalui akun resmi Arsenal di platform Weibo, klub ini mengatakan hal tersebut adalah komentar pribadi Ozil.

Baca Juga:

"Sebagai klub sepak bola, Arsenal selalu menganut prinsip tidak terlibat dalam politik," tulis akun itu.

Pernyataan Ozil sempat membuat marah netizen China. Bahkan di akun Weibo Arsenal, terdapat sebuah postingan balasan yang memperlihatkan jersey milik Ozil rusak parah karena digunting penggemar.

Asosiasi Sepak Bola China juga mengatakan marah dan kecewa. "(Pernyataan Ozil) tidak pantas," kata pejabat asosiasi yang tidak disebut namanya sebagaimana dikutip Reuters dari harian China, The Paper.

"Komentar Ozil ... menyakitkan bagi penggemar di China ... juga melukai perasaan orang-orang China. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa kami terima."

Dalam laporan PBB dan kelompok hak asasi manusia diperkirakan 1-2 juta etnis Uighur China telah ditahan di sejumlah kamp khusus di Xinjiang.

Meski demikian China berulang kali membantah melakukan penganiayaan. Pemerintah mengatakan kamp tersebut hanya pusat pelatihan.

(cnbcindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Pemko Pekanbaru Kejar 3.425 Anak Belum Imunisasi
Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Peduli Kabut Asap, KSABP Bagikan 3.000 Masker Gratis di Pekanbaru
Maura Ernita Silaturahmi ke Disparporabud Inhil, Bertekad Bawa Budaya Daerah ke Panggung Nasional
2.828 Hotspot di Sumatera, Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat
Perusahaan Wajib Keluarkan Plasma HGU, Bupati Inhil Jangan Diam
komentar
beritaTerbaru