Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
JAKARTA - Lebih dari 100 aktivis di India ikut melakukan aksi protes terhadap undang-undang baru terkait kewarganegaraan India. Aksi protes tersebut sudah berlangsung setidaknya selama lima hari.
Penduduk setempat dan mahasiswa berkumpul di dekat Universitas Jamia Milia Islamia di Delhi tenggara untuk menyuarakan aspirasi mereka. Namun, aksi itu berubah menjadi bentrokan saat para demonstran membakar bus, mobil, dan sepeda motor.
Polisi pun menembakkan gas air mata untuk memukul mundur dan membubarkan para demonstran. Lebih dari 100 orang cedera dan telah dibawa ke rumah sakit setempat.
Baca Juga:
"Banyak dari mereka mengalami cedera patah tulang. Kami kehabisan plester untuk gips," kata Inamul Hassan, seorang pejabat di Rumah Sakit Alshifa yang terletak di dekat universitas," seperti dilansir dari Reuters, Senin (16/12/2019).
Menurut seorang saksi mata, petugas menyerbu halaman kampus untuk menghadapi pengunjuk rasa yang melarikan diri ke universitas dan melemparkan batu ke arah polisi.
Baca Juga:
"Pemrotes dan polisi melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan untuk membubarkan ketika massa membakar bus," kata Chinmoy Biswal, seorang perwira polisi senior di daerah itu.
"Jika massa damai maka akan dibubarkan juga secara damai."
Untuk diketahui, aksi protes terjadi karena Undang-Undang (UU) kewarganegaraan baru India yang berisi tawaran kewarganegaraan kepada imigran non-Muslim dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan jika mereka menghadapi persekusi agama.
Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan UU baru tersebut akan menyelamatkan minoritas agama seperti Hindu dan Kristen dari penganiayaan di negara tetangga Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan dengan menawarkan mereka jalan menuju kewarganegaraan India.
Namun, warga negara India mengecam bahwa UU tersebut mendiskriminasi umat Islam dan melanggar konstitusi sekuler negara tersebut.
Aksi protes telah terjadi di beberapa negara bagian timur India seperti Assam, Tripura dan Benggala Barat, di mana kebencian terhadap imigran Bangladesh telah berlangsung selama beberapa dekade.
Sebagai langkah lanjutan dalam upaya menjaga hukum dan ketertiban, pihak berwenang menutup akses internet di beberapa bagian negara yang terkena dampak.
Pemerintah setempat juga memerintahkan semua sekolah di Delhi tenggara untuk tutup. Selain itu, Universitas Jamia Millia mengatakan bahwa kampus tutup lebih awal untuk liburan musim dingin.
Universitas Muslim Aligarh di negara bagian utara Uttar Pradesh juga mengumumkan bahwa mereka tutup lebih awal untuk istirahat setelah terjadi bentrok para mahasiswa dengan polisi Minggu.
(cnbcindonesia.com)
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan
Hukrim
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Stand Bazar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat pada hari pertama pem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi melepas 70 orang kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qura
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Time respons atau waktu respons dari Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 di Kota Pekanbaru terus dioptimalkan. Waktu resp
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan