Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
JAKARTA - Duduk terlalu lama bisa jadi kegiatan yang mematikan. Pasalnya, studi terbaru menunjukkan terlalu sering duduk dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
Penelitian yang dipublikasikan jurnal JAMA Oncology ini merupakan penelitian pertama yang menunjukkan hubungan kuat antara duduk terlalu lama dengan risiko kanker.
"Ini adalah studi pertama yang secara definitif menunjukkan hubungan yang kuat antara tidak bergerak dan kematian akibat kanker," kata peneliti dari MD Anderson Cancer Center, University of Texas, profesor Susan Gilchrist, dikutip dari CNN.
Baca Juga:
Temuan ini didapat setelah peneliti melakukan studi longitudinal yang melibatkan 8.000 orang sehat yang tidak menderita kanker. Para peserta studi diminta untuk memakai alat pelacak atau akselerometer mulai dari bangun tidur selama tujuh hari pada periode 2009 hingga 2013.
Hasilnya, setelah lima tahun masa tindak lanjut peneliti mendapati bahwa orang yang paling tidak aktif memiliki risiko meninggal karena kanker 82 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih aktif. Hasil ini tetap sama setelah memasukkan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, dan status penyakit.
Baca Juga:
"Temuan kami menegaskan bahwa penting untuk duduk lebih sedikit dan bergerak lebih banyak," kata Gilchrist.
Setelah lima tahun masa tindak lanjut, para peneliti menemukan bahwa orang yang paling tidak aktif memiliki risiko meninggal akibat kanker 82% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang paling tidak aktif, bahkan setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan status penyakit.
Temuan menarik lain dari studi ini adalah orang yang mengganti 30 menit waktu duduk mereka dengan aktivitas intensitas cahaya--seperti berjalan--akan mampu mengurangi risiko kanker sebesar 8 persen.
"Pertimbangkan berdiri selama 5 menit setiap jam di tempat kerja atau naik tangga dibandingkan menggunakan lift. Mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi penelitian ini memberitahu kita bahwa aktivitas ringan sekalipun memiliki manfaat untuk bertahan hidup dari kanker," terang Gilchrist.
Sementara itu, aktivitas fisik intensitas sedang dapat mengurangi risiko kanker lebih besar yakni hingga 31 persen. Contoh aktivitas fisik intensitas sedang yang bisa dilakukan adalah bersepeda, jalan cepat, aerobik air, dansa, dan berkebun.
"Memasukkan 30 menit pergerakan ke dalam kehidupan sehari-hari Anda dapat membantu mengurangi risiko kematian akibat kanker," kata Gilchrist lagi.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen kematian karena kanker dapat dicegah dengan gaya hidup sehat seperti pola makan sehat, olahraga, dan tidak merokok.
(CNNIndonesia.com)
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan
Hukrim
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Stand Bazar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat pada hari pertama pem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi melepas 70 orang kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qura
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Time respons atau waktu respons dari Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 di Kota Pekanbaru terus dioptimalkan. Waktu resp
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan