Rabu, 23 September 2026 WIB

Kurang Tidur Membuat Plak Menumpuk dan Merusak Pembuluh Darah

Harijal - Sabtu, 26 Januari 2019 00:29 WIB
Kurang Tidur Membuat Plak Menumpuk dan Merusak Pembuluh Darah
(iStock/Vera_Petrunina)
Ilustrasi tidur

JAKARTA - Kurang tidur tak hanya membuat tubuh lelah dan mengantuk. Penelitian teranyar menunjukkan, tidur yang tak berkualitas dapat meningkatkan risiko menumpuknya plak dalam tubuh. 

Tak hanya di jantung, plak yang dikenal dengan sebutan aterosklerosis ini juga merusak pembuluh darah arteri. Aterosklerosis sendiri terjadi saat plak menumpuk pada dinding arteri. Peningkatan plak dapat meningkatkan risiko stroke, masalah pencernaan, mati rasa, serta penyakit jantung.

"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa tidur yang diukur secara objektif terkait dengan aterosklerosis di seluruh tubuh," kata peneliti dari USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University, Massachusetts, Amerika Serikat, Josse Ordovas dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN. 

Baca Juga:

Studi yang dipublikasikan di jurnal American College of Cardiology menganalisis 4 ribu wanita dan pria Spanyol dengan rata-rata usia 46 tahun. Semua partisipan tak pernah punya riwayat penyakit jantung.

Setiap partisipan memakai actigraph, perangkat kecil yang mengukur panjang dan kualitas tidur selama tujuh malam. Kualitas tidur ditentukan oleh seberapa sering bangun dan bergerak selama fase tidur. 

Baca Juga:

Setiap orang juga mengikuti pemeriksaan CT scan dan USG 3D jantung pada awal dan akhir penelitian. Pembuluh arteri di dalam tubuh juga diamati melalui USG 3D.

Hasilnya, peneliti menemukan, orang yang tidur kurang dari enam jam, 27 persen lebih mungkin mengalami peningkatan plak di seluruh tubuh ketimbang orang yang tidur selama tujuh hingga delapan jam.

Partisipan yang kualitas tidurnya buruk juga memiliki 34 persen penumpukan plak dibandingkan dengan orang yang tidur nyenyak.

"Hasil ini menyoroti pentingnya kebiasaan tidur yang sehat untuk pencegahan penyakit kardiovaskular," kesimpulan penelitian ini. 

(cnnindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Riau Mulai Masuk Peralihan ke Musim Hujan
Pemerintah Butuh 464.000 Guru, Pastikan Rekrutmen CPNS Digelar 2027
Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar
Antisipasi Karhutla, Babinsa Koramil 0321-05/RM Bersama Warga Patroli Karhutla di Bangko Sempurna
Dari Pohon Mangrove Jadi Arang, Polda Riau Usut Pidana Perusakan Hutan di Rupat Utara
Water Bombing Satgas Udara Gempur Karhutla Dua Desa di Inhu
komentar
beritaTerbaru