Riau Mulai Masuk Peralihan ke Musim Hujan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Provinsi Riau saat ini sudah mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Beberapa w
Lingkungan
JAKARTA - Kurang tidur tak hanya membuat tubuh lelah dan mengantuk. Penelitian teranyar menunjukkan, tidur yang tak berkualitas dapat meningkatkan risiko menumpuknya plak dalam tubuh.
Tak hanya di jantung, plak yang dikenal dengan sebutan aterosklerosis ini juga merusak pembuluh darah arteri. Aterosklerosis sendiri terjadi saat plak menumpuk pada dinding arteri. Peningkatan plak dapat meningkatkan risiko stroke, masalah pencernaan, mati rasa, serta penyakit jantung.
"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa tidur yang diukur secara objektif terkait dengan aterosklerosis di seluruh tubuh," kata peneliti dari USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University, Massachusetts, Amerika Serikat, Josse Ordovas dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.
Baca Juga:
Studi yang dipublikasikan di jurnal American College of Cardiology menganalisis 4 ribu wanita dan pria Spanyol dengan rata-rata usia 46 tahun. Semua partisipan tak pernah punya riwayat penyakit jantung.
Setiap partisipan memakai actigraph, perangkat kecil yang mengukur panjang dan kualitas tidur selama tujuh malam. Kualitas tidur ditentukan oleh seberapa sering bangun dan bergerak selama fase tidur.
Baca Juga:
Setiap orang juga mengikuti pemeriksaan CT scan dan USG 3D jantung pada awal dan akhir penelitian. Pembuluh arteri di dalam tubuh juga diamati melalui USG 3D.
Hasilnya, peneliti menemukan, orang yang tidur kurang dari enam jam, 27 persen lebih mungkin mengalami peningkatan plak di seluruh tubuh ketimbang orang yang tidur selama tujuh hingga delapan jam.
Partisipan yang kualitas tidurnya buruk juga memiliki 34 persen penumpukan plak dibandingkan dengan orang yang tidur nyenyak.
"Hasil ini menyoroti pentingnya kebiasaan tidur yang sehat untuk pencegahan penyakit kardiovaskular," kesimpulan penelitian ini.
(cnnindonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Provinsi Riau saat ini sudah mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Beberapa w
Lingkungan
Pemerintah Butuh 464.000 Guru, Pastikan Rekrutmen CPNS Digelar 2027
TNI/Polri
Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar
TNI/Polri
Antisipasi Karhutla, Babinsa Koramil 032105/RM Bersama Warga Patroli Karhutla di Bangko Sempurna
TNI/Polri
Dari Pohon Mangrove Jadi Arang, Polda Riau Usut Pidana Perusakan Hutan di Rupat Utara
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) kembali melakukan water bombing pemadaman karhutla di dua desa di
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah hampir dua bulan udara Riau diselimuti jerebu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Le
Muslim
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar, membuat terobosan cemerlang untuk mewadahi
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, kualitas udara di wilayah Pekanbaru sekitarnya pagi
Lingkungan
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, mengingatkan warga khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosia
Sosial