TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi
kabarmelayu.com,PEKANBARU Time respons atau waktu respons dari Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 di Kota Pekanbaru terus dioptimalkan. Waktu resp
Pemerintahan
Cacingan adalah masalah kesehatan yang masih cukup sering terjadi di Indonesia. Biasanya, hal ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Masalahnya adalah cacingan tak hanya menyerang anak-anak. Cukup banyak kasus cacingan yang menyerang orang dewasa.
Berbagai mitos dan fakta yang terkait dengan penyakit cacingan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut prevalensi kasus cacingan di Indonesia masih cukup tinggi, yakni lebih dari 50 persen. Bahkan, bagi anak-anak di usia sekolah, prevalensi ini bisa mencapai 80 persen. Selain karena faktor gaya hidup, pakar kesehatan menyebut tingginya kasus cacingan ini juga terkait dengan kepercayaan masyarakat yang tidak benar terkait dengan masalah kesehatan ini.
Baca Juga:
Berikut adalah berbagai mitos dan fakta yang terkait dengan cacingan.
Cacingan tidak termasuk dalam penyakit berbahaya
Baca Juga:
Kebanyakan orang berpikir jika cacingan tidak termasuk dalam penyakit berbahaya. Hal ini hanyalah akan membuat kita kehilangan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi karena sebagian dimakan oleh cacing yang ada di dalam tubuh. Padahal, dalam realitanya, cacingan bisa menyebabkan dampak yang jauh lebih buruk.
Cacingan bisa membuat kita tidak mampu memenuhi asupan nutrisi harian. Bahkan, kita bisa mengalami gangguan volume darah. Jika hal ini terjadi pada anak-anak, akan mampu mengganggu perkembangannya, baik itu dalam hal kecerdasan, mental, hingga fisik. Bahkan, ada yang sampai mengalami gangguan sistem imun akibat hal ini.
Sebagai contoh, cukup banyak kasus stunting pada anak-anak yang ternyata terkait dengan masalah cacingan. Dalam beberapa kasus yang cukup parah, cacingan bisa memicu penyumbatan usus yang akhirnya berujung pada kematian.
Cacingan tidak termasuk dalam penyakit menular
Siapa bilang cacingan tidak bisa menular? Jika satu anggota keluarga mengalaminya, anggota keluarga lain juga akan rentan terkena masalah kesehatan yang sama. Hal ini disebabkan oleh larva cacing yang bisa berpindah dari berbagai macam hal, baik itu air yang sudah terkontaminasi, kuku dan tangan yang jarang dibersihkan, hingga makanan.
Jika penderita cacingan malas membersihkan diri dan sering menggaruk pantat dan kemudian memegang benda yang juga sering dipegang orang lain, maka benda ini bisa menjadi media penularan larva cacing.
Cacingan hanya dialami oleh anak-anak
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, cacingan tidak hanya akan menyerang anak-anak. Dalam realitanya, orang dewasa juga bisa mengalami cacingan. Hanya saja, kasusnya memang jauh lebih sering terjadi pada anak-anak.
Jika kita bukan orang yang higienis seperti tidak rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau tinggal di wilayah yang kumuh dengan sumber air yang buruk, maka risiko untuk terkena cacingan akan meningkat.
Cacingan hanya akan dialami oleh masyarakat menengah ke bawah
Entah dari mana anggapan ini berawal, namun cukup banyak orang yang mengasosiasikan cacingan sebagai penyakit kaum miskin. Padahal, dalam realitanya cacingan bisa menyerang siapa saja tanpa memandang status ekonomi dan sosial.
Jika mereka yang berasal dari kalangan menengah ke atas cenderung tidak mampu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan dengan baik, sering mengonsumsi makanan dan minuman sembarangan, atau sering melakukan aktivitas di tempat yang kurang bersih, bisa jadi akan berisiko tinggi terkena cacingan.
Obat cacing hanya perlu dikonsumsi sekali seumur hidup
Anggapan ini juga sama sekali tidak benar. Dalam realitanya, Kemenkes menyarankan kita untuk meminum obat cacing setahun sekali. Bahkan, jika kita tinggal di wilayah endemik cacingan, bisa jadi konsumsi obat ini lebih sering, yakni setiap enam bulan.
Tak hanya dikonsumsi oleh anak-anak, obat cacing juga harus dikonsumsi secara rutin oleh orang dewasa.
(doktersehat.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Time respons atau waktu respons dari Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 di Kota Pekanbaru terus dioptimalkan. Waktu resp
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mencatat sebanyak lima orang peserta latihan dasar militer (latsarmil) untuk par
Peristiwa
kabarmelayu.com,KUANSING Kafilah Kabupaten Bengkalis disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) saat tiba untuk
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KUANSING Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT diwakili Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Raky
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau terus menggenjot capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi R
Kesehatan
kabarmelayu.com,BANDARLAMPUNG Persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV terus dimatangkan. SIWO PWI Lampu
Sport