Riau Mulai Masuk Peralihan ke Musim Hujan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Provinsi Riau saat ini sudah mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Beberapa w
Lingkungan
JAKARTA - Tunggakan pembayaran utang program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada Distributor Farmasi (PBF) terus membengkak, berpotensi PBF gulung tikar. JKN dalam bentuk program pelayanan kesehatan dari pemerintah yang berwujud BPJS Kesehatan memang sedang bermasalah karena defisit keuangan.
Saat ini, utang fasilitas kesehatan (faskes) ke Distributor Obat yang sudah jatuh tempo di akhir November 2019 diperkirakan sudah mencapai Rp 6 triliun. Angka itu belum termasuk tunggakan Apotek PRB (Program Rujuk Balik) BPJS Kesehatan ke PBF yang diperkirakan lebih dari Rp 1 triliun.
Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Darodjatun Sanusi buka suara soal utang program JKN kepada Distributor Farmasi (PBF). Dia menyebut utang yang kian menumpuk bakal mengancam keberlangsungan industri farmasi secara keseluruhan.
Baca Juga:
"Kita juga kian kesulitan siapkan bahan baku kemasan dan harga udah sangat rendah sekali," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat, (13/11/2019).
Adanya perbedaan perlakuan karena pandangan status juga menjadi penyebab kecilnya dana yang turun kepada perusahaan distribusi farmasi. Dia juga menilai hal itu terjadi antara industri farmasi dengan faskes (fasilitas kesehatan). Uang bantuan pemerintah untuk BPJS pun cairnya menetes ke perusahaan distribusi farmasi.
Baca Juga:
"Selama ini kita dianggap co- provider, sedangkan Rumah Sakit sebagai provider. Artinya apa? yang dialokasikan faskes dulu baru kita dapat. Istilah teman-teman itu dapat aliran tetesan. Itu juga terjadi ketika pemerintah alirkan dana Rp 5,1 triliun ke BPJS, yang diterima industri farmasi hanya Rp 500 miliar," sebutnya.
Darodjatun mengusulkan agar dana yang dikucurkan pemerintah langsung diberikan kepada industri farmasi dengan dengan porsi 20%. Meski dia berharap bisa lebih dari itu.
"Yang kita minta utang-utang faskes dilihat oleh BPJS Kesehatan dialirkan 20%. Jika konsisten lumayan lah. Syukur 50%, tapi kita ngerti dananya nggak cukup," sebut Darodjatun.
Besarnya presentase bantuan yang diharapkan karena selama ini distributor harus menanggung beban tambahan modal kerja yang sangat besar dan bunga pinjaman bank yang besar karena piutang yang belum dibayarkan. Pada akhirnya beban tersebut menurunkan tingkat profitabilitas distributor obat yang saat ini sudah sangat rendah.
Menurut catatan GPFI, 90% obat-obatan JKN secara unit selama ini disuplai oleh anggota GPFI. Membengkaknya utang di program JKN akan berdampak pada industri penyuplai kebutuhan obat- obatan sehingga terjadi kekosongan obat di fasilitas kesehatan pelayanan JKN.
(cnnindonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Provinsi Riau saat ini sudah mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Beberapa w
Lingkungan
Pemerintah Butuh 464.000 Guru, Pastikan Rekrutmen CPNS Digelar 2027
TNI/Polri
Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar
TNI/Polri
Antisipasi Karhutla, Babinsa Koramil 032105/RM Bersama Warga Patroli Karhutla di Bangko Sempurna
TNI/Polri
Dari Pohon Mangrove Jadi Arang, Polda Riau Usut Pidana Perusakan Hutan di Rupat Utara
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) kembali melakukan water bombing pemadaman karhutla di dua desa di
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah hampir dua bulan udara Riau diselimuti jerebu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Le
Muslim
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar, membuat terobosan cemerlang untuk mewadahi
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, kualitas udara di wilayah Pekanbaru sekitarnya pagi
Lingkungan
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, mengingatkan warga khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosia
Sosial