Pemko Pekanbaru dan IMI Gelar Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) menggelar Kejuaraan Balap Motor Piala W
Sport
JAKARTA - Perusahaan raksasa media sosial, Facebook merilis aplikasi Messenger yang diperuntukkan khusus untuk anak-anak. Aplikasi ini rencananya akan diluncurkan di 70 negara. Di antara 70 negara itu, Indonesia bakal kebagian aplikasi Messenger Kids.
Lewat Messenger Kids, perusahaan yang digawangi Mark Zuckerberg ini dirancang sebagai wadah belajar anak-anak dari rumah akibat pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19).
"Karena sekolah ditutup dan kebijakan menjaga jarak, orang tua dan anak terpaksa beralih ke teknologi. Messenger Kids adalah aplikasi yang dapat membantu anak-anak terhubung dengan teman sekelas mereka namun tetap dikendalikan oleh orang tua," tulis Global Head of Safety, Antigone Davis dikutip dari laman resmi Facebook.
Baca Juga:
Dengan adanya aplikasi baru itu, para orang tua akan menerima notifikasi siapa saja teman anak mereka yang masuk ke dalam grup belajar.
Lalu mereka juga dapat menentukan siapa guru atau perwakilan orang tua yang ditunjuk sebagai admin grup, seperti dilansir The Verge.
Baca Juga:
"Kontrol orang tua adalah kunci penting dari Messenger Kids. Orang tua dapat mengelola dengan siapa anak mereka berinteraksi dan dapat memantau aktivitas anak mereka melalui fitur Parent Dashboard," kata Davis.
"Kami sangat tahu privasi dan keamanan sangat penting ketika menyangkut anak-anak di ranah online. Lewat aplikasi ini, kami bertanggung jawab untuk melindungi informasi anak-anak dengan serius," pungkasnya.
Polemik keamanan data di Facebook memang telah lama menjadi sorotan banyak kalangan. Banyak peristiwa kebocoran data yang menimpa perusahaan yang berkantor pusat di Menlo Park ini.
Misalnya, tahun 2018 lalu, ada laporan sebuah konsultan politik mendapat akses yang tidak selayaknya ke sebanyak 50 juta data pengguna mulai 2014 lalu yakni Cambridge Analytica.
Cambridge Analytica merupakan perusahaan sektor data yang dikenal dengan karena bantuannya dalam kampanye Donald Trump pada Pemilu 2016 silam. Namun seorang pejabat kampanye Trump menyatakan mereka menggunakan sumber data para pemilih yaitu simpatisan Partai Republik, bukan Cambridge Analytica.
Waktu itu, Facebook bersikeras bahwa data tersebut tidak dicuri, melainkan disalahgunakan, karena pengguna memberi izin. Itu pun memicu perdebatan tentang definisi peretas yang harus diungkapkan kepada pelanggan.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) menggelar Kejuaraan Balap Motor Piala W
Sport
kabarmelayu.com,PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, menjadi salah satu titik yang
Lingkungan
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Bergabung dengan Personel Padamkan Api Karhutla di Pelalawan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Untuk pertama kalinya sejak Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) berdiri di lingkungan Badan Penanggulangan dan P
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Salim, S. Pd, tokoh Pramuka di Kabupaten Kampar, menerima penghargaan Lencana Melati Pramuka dari Kwartir Nasional)
Pendidikan
kabarmelayu.com,ROHIL Kawal status quo, 12 pendiri koperasi JMB dan firma hukum brother & groups pasang plang peringatan hukum di lahan se
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama tim gabungan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran l
Lingkungan
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, H. Fadillah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan proses hibah sejumlah aset eks Caltex yang saat ini masih b
Pemerintahan