Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
JAKARTA - Perusahaan raksasa media sosial, Facebook merilis aplikasi Messenger yang diperuntukkan khusus untuk anak-anak. Aplikasi ini rencananya akan diluncurkan di 70 negara. Di antara 70 negara itu, Indonesia bakal kebagian aplikasi Messenger Kids.
Lewat Messenger Kids, perusahaan yang digawangi Mark Zuckerberg ini dirancang sebagai wadah belajar anak-anak dari rumah akibat pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19).
"Karena sekolah ditutup dan kebijakan menjaga jarak, orang tua dan anak terpaksa beralih ke teknologi. Messenger Kids adalah aplikasi yang dapat membantu anak-anak terhubung dengan teman sekelas mereka namun tetap dikendalikan oleh orang tua," tulis Global Head of Safety, Antigone Davis dikutip dari laman resmi Facebook.
Baca Juga:
Dengan adanya aplikasi baru itu, para orang tua akan menerima notifikasi siapa saja teman anak mereka yang masuk ke dalam grup belajar.
Lalu mereka juga dapat menentukan siapa guru atau perwakilan orang tua yang ditunjuk sebagai admin grup, seperti dilansir The Verge.
Baca Juga:
"Kontrol orang tua adalah kunci penting dari Messenger Kids. Orang tua dapat mengelola dengan siapa anak mereka berinteraksi dan dapat memantau aktivitas anak mereka melalui fitur Parent Dashboard," kata Davis.
"Kami sangat tahu privasi dan keamanan sangat penting ketika menyangkut anak-anak di ranah online. Lewat aplikasi ini, kami bertanggung jawab untuk melindungi informasi anak-anak dengan serius," pungkasnya.
Polemik keamanan data di Facebook memang telah lama menjadi sorotan banyak kalangan. Banyak peristiwa kebocoran data yang menimpa perusahaan yang berkantor pusat di Menlo Park ini.
Misalnya, tahun 2018 lalu, ada laporan sebuah konsultan politik mendapat akses yang tidak selayaknya ke sebanyak 50 juta data pengguna mulai 2014 lalu yakni Cambridge Analytica.
Cambridge Analytica merupakan perusahaan sektor data yang dikenal dengan karena bantuannya dalam kampanye Donald Trump pada Pemilu 2016 silam. Namun seorang pejabat kampanye Trump menyatakan mereka menggunakan sumber data para pemilih yaitu simpatisan Partai Republik, bukan Cambridge Analytica.
Waktu itu, Facebook bersikeras bahwa data tersebut tidak dicuri, melainkan disalahgunakan, karena pengguna memberi izin. Itu pun memicu perdebatan tentang definisi peretas yang harus diungkapkan kepada pelanggan.
(CNNIndonesia.com)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri