HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka HUT Polwan ke78 tahun yang jatuh pada tanggal 1 September 2026, Polwan Polres Kampar mengunjungi UPT
Pendidikan
JAKARTA - Para peneliti dari Washington State University (WSU) menemukan lebah raksasa yang berasal dari Benua Asia di negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS).
Lebah ini memiliki tubuh berukuran lebih dari dua inci dari lebah biasa dan langsung disematkan sebagai lebah terbesar di dunia. Tak hanya itu, lebah raksasa itu juga punya sengatan yang dapat membunuh manusia.
Lebah jenis hornet ini juga diberi julukan `lebah pembunuh` dan memiliki warna tubuh hitam-keemasan dengan nama latin Vespa Mandarinia.
Baca Juga:
Sebab, sejumlah peternak lebah di Washington melaporkan bahwa hewan ternak mereka itu mati akibat serangan yang dilancarkan hornet.
"Mereka menyerang sarang lebah madu, membunuh lebah dewasa, dan melahap larva serta kepompong demi mempertahankan koloni mereka," kata Peneliti Ilmu Pertanian dan Sumber Daya (WSU), Seth Truscott dari laman resmi universitas dikutip CNN.
Baca Juga:
"Sengatan mereka besar dan menyakitkan karena mengandung neurotoksin yang kuat. Lalu sengatan juga dapat membunuh manusia," lanjut dia.
Sengatan yang mengandung neurotoksin ini bisa langsung menyerang syaraf jika masuk ke tubuh manusia.
Lebih lanjut Truscott mengatakan hornet mulai menginvasi ke AS bulan Desember 2019. Saat itu `ratu` lebah terbangun dari hibernasi panjang untuk membangun sarang dan membentuk koloni.
"Serangan hornet terjadi pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Saat itu, mereka tengah mencari sumber protein untuk meningkatkan imunitas ratu lebah," tutur Truscott.
Para peneliti WSU pun menyarankan kepada para peternak lebah di Washington untuk menyiapkan baju khusus. Sebab, sengatan hornet bisa menembus baju pelindung yang biasa digunakan.
Truscott memprediksi, pihaknya dapat 'memanen' hornet Vespa Mandarinia pada bulan Juli-Oktober ketika koloni mereka sedang giat-giatnya mencari makan.
"Waktu yang paling mungkin untuk menangkap lebah raksasa Asia adalah mulai bulan Juli sampai Oktober, ketika koloni didirikan dan para pekerja sedang mencari makan," pungkasnya.
Beberapa peneliti di Amerika Serikat kemudian mengatakan bahwa Amerika Serikat harus mengantisipasi keberadaan lebah pembunuh tersebut disamping melawan pandemi virus corona yang juga mengancam nyawa.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka HUT Polwan ke78 tahun yang jatuh pada tanggal 1 September 2026, Polwan Polres Kampar mengunjungi UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,TANGERANG Kunjungan ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Banten, menghasilkan sejumlah catatan penting dar
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi meningkatkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) organisasi yang menaungi pemilik atau CEO Media di Indonesia, dan merupakan k
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan