Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

El Nino Belum Berakhir Sampai Tahun Depan

Berdampak Pada Produksi Pertanian
Harijal - Rabu, 11 November 2015 15:24 WIB
El Nino Belum Berakhir Sampai Tahun Depan
Internet
Ilustrasi

Kabar Melayu (Jakarta) - Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES) Indonesia, Rudi Wahyono memperingatkan, dampak El Nino belum berakhir sampai tahun depan.

El Nino telah menyebabkan kekeringan yang parah di negeri ini dan menjadi penyebab bencana kebakaran hutan dan lahan.

Peneliti energi kelautan dan lingkungan CIDES ini mengatakan, Indonesia sepenuhnya akan aman dari dampak El Nino pada bulan Oktober tahun 2016 mendatang. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah untuk memperkuat logistik guna mengatasi dampak dari fenomena cuaca El Nino.

Baca Juga:

"Penguatan logistik adalah salah satu cara untuk mengatasi dampak El Nino," katanya di Jakarta, Rabu (11/11).

Menurut NOAA, NASA, ESA-Eropa dan CSIRO Australia, El Nino akan berlangsung hingga Oktober 2016. El Nino juga masih akan berdampak di Indonesia, khususnya di bagian timur Indonesia.

Baca Juga:

Dampaknya kini mulai melemah di negara bagian barat. Hujan mulai turun dengan angin kencang dan petir yang hanya bertahan sesaat.

"Kondisi masih bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran pernapasan akut," katanya.

Berdasarkan data satelit pemantauan emisi troposper ESA, Instrumen Pemantauan  Aura Ozon NASA dan NASA MOPITT CO dan Nitro oksida (NOx), kandungan ozon permukaan yang berbahaya tidak hanya untuk manusia dan hewan, tetapi pertanian, seperti sayuran dan buah-buahan.

Dengan El Nino, penyerapan cahaya matahari menurun. Dalam kondisi seperti itu, produktivitas pertanian akan menurun, katanya. Implikasi ekonominya adalah harga komoditas pertanian akan meningkat. Oleh karena itu, pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa El Nino tidak berdampak pada produksi pertanian adalah melawan logika dan tidak sejalan dengan hasil penelitian internasional.

Ia mencontohkan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah merusak tanaman percobaan PUSRI di Jakabaring, Palembang. Tanaman tersebut layu dan mati.

Sumber
Alih Bahasa: Andi

SHARE:
beritaTerkait
Kejari Rohul Tetapkan 4 Tersangka Kredit Fiktif Rp2,59 Miliar di BRK Syariah Dalu-Dalu
Kodim 0314/Inhil Gelar Bazar Murah dalam Rangka TMMD Ke-130
Sukseskan TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Sediakan Pengobatan Gratis untuk Warga
TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Resmi Dibuka
Libatkan 27 Perusahaan, Disnaker Dumai Buka Ratusan Lowongan Kerja di Job Fair 2026
Bansos Pendidikan Rp6,7 Miliar dari Pemprov Riau Disalurkan ke 1.138 Mahasiswa
komentar
beritaTerbaru