Riau Mulai Masuk Peralihan ke Musim Hujan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Provinsi Riau saat ini sudah mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Beberapa w
Lingkungan
BANGKINANG, kabarmelayu.com - Terkait bantahan Humas PT Malindo Vit Mild (PT MVM) atas dugaan pencemaran Danau Simbat, Desa Kampar, Kecamatan Kampar Timur, Yayasan Lingkungan dan Bantuan Hukum Rakyat (YLBHR), akan melaporkan persoalan tersebut ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kampar.
Demikian diungkapkan, Sekretaris YLBHR, Suwandi ketika ditemui diruang kerjanya di Bangkinang, Kamis (10/11/16).
“Untuk mengetahui benar tidaknya perusahaan tersebut membuang limbah ke sungai Simbat, perlu dilakukan uji lab. Untuk itu kita akan laporkan persoalan tersebut ke BLH Kampar,” ujar Suwandi.
Baca Juga:
Sebelumnya, diberitakan bahwa akibat pencemaran Danau Simbat puluhan warga RT 002 RW 003 Dusun II Pasar Selatan terjangkit penyakit gatal-gatal. Hal ini diketahui saat warga Dusun II Pasar Selatan melapor ke pihak Pemerintah Desa dan Anggota DPRD Kampar Dapil Pemilihan Kampar 1, Suharmi Hasan SH.
Kepala Desa Kampar Lukman Efendi didampingi kepala Dusun II Pasar Selatan, Joko dan aparatur Desa lainnya mendapat laporan warga langsung turun lapangan.
Baca Juga:
Dikatakan Lukman, setelah ditelusuri limbah PT MVM memang dibuang ke Danau Simbat. Hal ini sangat disayangkan karena air Danau Simbat sejak dulu dipakai untuk keperluan sehari-hari warga seperti mandi dan mencuci.
Dampak tercemarnya Danau Simbat diduga oleh limbah PT Malindo Vit Mild perusahaan pengembangan ayam potong pada minggu terakhir, aktifitas mandi dan mencuci warga pindah ke Sungai Kampar.
Nimar (41 Th) Warga RT 002 RW 003 Dusun II Pasar Selatan saat ditemui, Kamis (20/10/16)lalu, mengatakan bahwa dirinya mengalmi gatal-gatal setelah mandi di Danau Simbat dan setelah diperiksa ke Dokter Puskesmas mengatakan bahwa gatal-gatal tersebut karena alergi air.
Atas kejadian tersebut Humas PT MVM, Irwan membantah, “tak mungkin perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan ayam mencemari Danau Simbat,” ujarnya.
Kalau memang kotoran ayam bisa mencemari sungai berarti sungai-sungai di Kabupaten Kampar juga tercemar, karena banyak warga juga memelihara ayam. Jadi, tak mungkinlah pencemaran Danau Simbat itu disebabkan oleh kotoran ayam, sanggahnya. (rec)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Provinsi Riau saat ini sudah mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Beberapa w
Lingkungan
Pemerintah Butuh 464.000 Guru, Pastikan Rekrutmen CPNS Digelar 2027
TNI/Polri
Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar
TNI/Polri
Antisipasi Karhutla, Babinsa Koramil 032105/RM Bersama Warga Patroli Karhutla di Bangko Sempurna
TNI/Polri
Dari Pohon Mangrove Jadi Arang, Polda Riau Usut Pidana Perusakan Hutan di Rupat Utara
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) kembali melakukan water bombing pemadaman karhutla di dua desa di
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah hampir dua bulan udara Riau diselimuti jerebu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Le
Muslim
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar, membuat terobosan cemerlang untuk mewadahi
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, kualitas udara di wilayah Pekanbaru sekitarnya pagi
Lingkungan
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, mengingatkan warga khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosia
Sosial