Selasa, 07 Juli 2026 WIB

Abrasi Ancam Pulau Rangsang

Harijal - Sabtu, 31 Oktober 2015 10:53 WIB
Abrasi Ancam Pulau Rangsang
Internet
Abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang

Kabar Melayu (SELATPANJANG) - Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya pantai Pulau Rangsang yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, mengalami abrasi serius. Pantai sepanjang 90 Km ini mengalamai abrasi hebat akibat terjangan ombak Selat Malaka.

Seperti di Tanjung Motong, sedikitnya terjadi pengikisan lebih dari 15 meter pertahun. Sejak tahun 90-an, setidaknya sudah 1000 hektar lahan milik warga telah terjun ke laut.

Minimnya anggaran masih menjadi permasalahan tersendiri bagi kabupaten termuda di Riau ini dalam mengatasi permasalahan abrasi. Untk mengatasi masalah abrasi pantai yang kian memprihatinkan ini, membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepulauan Meranti, Maamun Murod mengatakan, sejauh ini belum ada perhatian serius dari Provinsi Riau dalam membantu mengatasi abrasi.

"Upaya yang dilakukan saat ini, dengan membuat pemecah ombak dari pohon nibung serta jalinan pohon bambu serta melakukan reboisasi tanaman mangrove jenis api-api," terangnya Jumat (30/10).

Lanjut Murod, bantuan dari pusat dan provinsi sangat dibutuhkan untuk menanggulangi abrasi, "Tak hanya lewat program Rp1 milyar pertahun, namun perioritas penanganan abrasi perlu dilakukan. Jika tidak, perlahan tapi pasti, pulau terluar di Indonesia ini akan menghilang," ujarnya.(REC)

SHARE:
beritaTerkait
Pertama di Riau, Bupati Herman Resmikan Layar Digi Tembilahan
Pemkab Solok Sambangi TRC 112 Pekanbaru
Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter
Bupati Afni: Keterbatasan Fiskal Tidak Mengurangi Komitmen Pemkab Siak Membangun Daerah
PSPS Ungkap Strategi Jelang Musim 2026-2027
Restorative Justice, Kejari Rohul Bebaskan Tersangka Pencurian dan Pengancaman
komentar
beritaTerbaru