Semarak HUT RI ke-81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
Semarak HUT RI ke81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
Sport
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) baru-baru ini turun ke lapangan demi memastikan sang "nenek" gajah tetap dalam kondisi terbaiknya.
Langkah medis ini bukan yang pertama kali bagi sang gajah. Kilas balik ke bulan Juli 2025 lalu, kondisinya sempat sangat kritis, tubuhnya kurus kering, mengalami dehidrasi parah, gangguan pencernaan akut, hingga mengalami prolapsus ani (pencernaan keluar dari anus).
Baca Juga:
Setahun pascaperawatan intensif tersebut, keajaiban perlahan nyata. Tm dikejutkan oleh ketangguhan fisik satwa raksasa ini.
Saat tim medis BBKSDA Riau yang dipimpin oleh drh. Rini Deswita mencoba mendekat, gajah betina ini terpantau sangat lincah, agresif, bahkan cenderung defensif dan ingin menyerang manusia yang mendekat.
Baca Juga:
Saking kuat stamina dan semangatnya, sang gajah bahkan tetap kokoh berdiri dan menolak roboh sepanjang proses pembiusan ringan yang dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono mengungkapkan syukur atas kondisi gajah yang luar biasa ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh, berat badan sang gajah kini diperkirakan telah melesat mencapai 2.600 kilogram, dengan lingkar dada 340 cm dan tinggi badan 230 cm.
"Skor kondisi tubuhnya kini masuk dalam kategori sedang yang proporsional, serta bersih tanpa adanya luka fisik atau cedera baru," terang Supartono, Senin (6/7/2026).
Kendati fisiknya membaik, tim medis tidak menampik adanya tantangan biologis alami yang harus dihadapi sang gajah akibat faktor usia. Hasil pemeriksaan mendeteksi adanya anismus, yaitu melemahnya fungsi otot anus.
Kondisi ini membuat feses kerap menggantung dan memicu aroma tidak sedap dari tubuhnya. Aroma kurang sedap inilah yang belakangan sempat memicu kekhawatiran warga sekitar kebun yang menyangka sang gajah sedang sakit parah.
Tantangan lainnya terletak pada fungsi kunyah. Gigi-gigi gajah tua ini telah mengalami keausan parah (aus), membuat proses pencernaan pakan berserat tinggi tidak lagi sempurna.
Akibatnya, ia sering menghasilkan feses yang kasar dan sesekali mengalami diare. Untuk mengatasinya, gajah pintar ini secara alami beradaptasi dengan mencari sumber pakan yang lebih empuk dan lunak di sekitar kebun masyarakat, seperti ubi kayu, batang pisang, rumput segar, hingga tanaman sawit muda.
Guna menyokong sisa energi di usia tua, tim medis langsung memberikan terapi suportif berupa obat-obatan penguat dan cairan infus untuk menjaga kestabilan fisiologisnya.
Supartono menegaskan bahwa penurunan fungsi organ adalah proses alami yang wajar bagi makhluk hidup yang menua. Selama nafsu makannya tetap tinggi, kondisi tubuhnya terjaga, dan terhindar dari stres, "nenek" gajah ini diyakini akan terus mampu bertahan hidup secara alami di habitatnya.
Aksi penyelamatan dan pengecekan berkala ini menjadi bukti nyata komitmen sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menjaga rantai konservasi berbasis kesejahteraan satwa.
Supartono mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian habitat gajah, menolak segala bentuk perburuan liar, dan memanfaatkan layanan call center resmi jika menemukan satwa yang membutuhkan pertolongan medis darurat di lapangan.
Semarak HUT RI ke81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
Sport
Polda Riau Turunkan Tim Ahli Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kelurahan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru berhasil menyabet sebagai kelurahan terbaik III lomb
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ir. H. AMD. Junaidi AN, M.Si, menghadiri kegiatan Saraseha
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) menggelar Kejuaraan Balap Motor Piala W
Sport
kabarmelayu.com,PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, menjadi salah satu titik yang
Lingkungan
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Bergabung dengan Personel Padamkan Api Karhutla di Pelalawan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Untuk pertama kalinya sejak Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) berdiri di lingkungan Badan Penanggulangan dan P
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Salim, S. Pd, tokoh Pramuka di Kabupaten Kampar, menerima penghargaan Lencana Melati Pramuka dari Kwartir Nasional)
Pendidikan
kabarmelayu.com,ROHIL Kawal status quo, 12 pendiri koperasi JMB dan firma hukum brother & groups pasang plang peringatan hukum di lahan se
Hukrim