Rabu, 08 Juli 2026 WIB

Bumi Panas 2023, NASA Warning Paling Gerah Sepanjang Sejarah

Harijal - Jumat, 19 Mei 2023 21:51 WIB
Bumi Panas 2023, NASA Warning Paling Gerah Sepanjang Sejarah
Foto: Sejumlah pekerja melintas di jalur pedestrian di kawasan Senayan Sudirman, Jakarta, Jumat (12/5/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

JAKARTA - Tanda Bumi mulai memanas terlihat dari luar angkasa. Ini berasal dari NASA yang berhasil mendeteksi El Nino.

Satelit Sentinel-6 Michaeil Freilich berhasil merekam pergerakan gelombang Kelvin, fenomena sebelum datangnya El Nino. Gelombang itu bergerak melintasi Samudera Pasifik ke arah timur.

Pada April dan Mei, gelombang Kelvin diketahui bergerak ke arah timur menuju pantai barat Amerika Selatan. Tinggi gelombangnya hanya 5-10 cm, namun lebarnya ratusan kilometer.

Baca Juga:

Gelombang tersebut terbentuk di wilayah khatulistiwa, dan akan mendorong air hangat ke atas Samudera Pasifik bergerak ke arah barat.

Menurut Josh Wills dan NASA, pihaknya akan selalu mengamati pergerakan El Nino. Sebab, jika fenomena tersebut membesar maka akan berpengaruh pada suhu di Bumi.

Baca Juga:

"Kami akan mengamati El Nino seperti elang," kata Josh Wills dari NASA. "Jika [El Nino] ini besar, suhu panas di Bumi akan mencetak rekor."

Sebagai informasi, El Nino merupakan bagian dari siklus iklim Enso, yakni yang dimulai dengan pergerakan angin ke arah timur sepanjang khatulistiwa. Fenomena ini akan membuat air permukaan menuju arah barat dari benua Amerika ke Asia.

Pergerakan air hangat ini akan membuat air dingin naik ke permukaan. Saat El Nino terjadi maka fenomena pergerakan angin melemah dan membuat air hangat tertiup ke rimut.

El Nino akan membuat curah hujan di Indonesia, India, dan Australia turun drastis. Sedangkan di Samudera Pasifik terjadi sebaliknya.

Fenomena El Nino merupakan siklus yang terjadi tiga atau lima tahun, namun bisa juga sering terjadi. Terakhir El Nino terjadi pada 2019 selama enam bulan pada Februari hingga Agustus.

sumber

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tembilahan Hilir
Optimis Tampil Lebih Baik di Porwanas Lampung, PWI Riau Bentuk Tim Persiapan
Tarung Derajat Pekanbaru Rebut 4 Medali Emas dan 5 Perak Kejurda Pelajar 2026
Tak Rela Dagangannya Diamankan Satpol PP Rohil, Jumida Pilih Bagikan 3 Ton Semangka ke Warga
Diskusi Para Pakar: Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia
Polres Bengkalis Petakan Zona Merah Narkoba, Kecamatan Mandau dan Pinggir Paling Rawan
komentar
beritaTerbaru