Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, Sabtu (10/1/2026) menjelaskan, tim telah dikirim ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan kondisi di lapangan dan meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
"Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan pada Jumat (9/1/2026), ditemukan jejak harimau Sumatera berukuran 12 sentimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya, tepatnya di koordinat 1,047200 Lintang Utara dan 102,155600 Bujur Timur," terang Ujang.
Baca Juga:
Kejadian bermula ketika Zulfikar dalam perjalanan menyusul dua temannya yang lebih dahulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya.
Dalam perjalanan tersebut, Zulfikar merasa seperti diawasi sorot mata dari kejauhan. Dia awalnya menduga sorot itu dari seekor sapi.
Baca Juga:
Ketika mengarahkan lampu senter ke arah sorot mata tersebut, betapa terkejutnya Zulfikar melihat seekor harimau Sumatera berada sekitar empat meter dari posisinya, terpisah oleh parit antara jalan dan kebun.
Zulfikar yang ketakutan langsung menjauh dan mencari perlindungan hingga mendapati sebuah pondok pekerja koperasi. Di lokasi tersebut, ia juga memperingatkan dua rekannya agar segera berlindung dan tidak melanjutkan aktivitas.
BBKSDA Riau membantah informasi yang menyebut adanya warga diterkam harimau. Informasi itu dipastikan keliru setelah pihaknya mengonfirmasi kepada masyarakat.
"Tidak benar ada warga yang diterkam harimau," tegasnya.
Masih dari hasil pengecekan lapangan, tim menemukan jejak Harimau Sumatera yang mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik perjumpaan.
Tim memperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas di lokasi itu.
BKSDA Riau juga melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat melalui pemerintah desa agar meningkatkan kewaspadaan.
"Meminta warga untuk tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera," pesannya.
BBKSDA Riau memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas pihak untuk mengantisipasi potensi konflik satwa liar dengan manusia di wilayah tersebut.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan