Rabu, 22 Juli 2026 WIB

Kemunculan Harimau Jantan Dewasa di WIP Zamrud Siak, Tunjukkan Eksistensi di Rumah Sendiri

Redaksi - Jumat, 16 Januari 2026 15:37 WIB
Kemunculan Harimau Jantan Dewasa di WIP Zamrud Siak, Tunjukkan Eksistensi di Rumah Sendiri
Penampakan harimau sumatera yang di WIP Zamrud Kabupaten Siak yang terekam kamera.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dewasa yang terekam kamera pekerja di jalur akses Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Kabupaten Siak, sejatinya sedang menunjukkan eksistensi sang raja hutan di wilayah kekuasaannya sendiri.

Penampakan sang predator yang berada di puncak rantai makanan ini adalah hal yang lumrah dan biasa, sebagai penanda bahwa dia adalah penguasa di wilayah tersebut.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, menjelaskan bahwa harimau yang terekam kamera itu adalah seekor harimau dewasa jantan yang sedang melintasi wilayah kekuasaannya.

Baca Juga:

Areal kerja Badan Operasi Bersama (BOB) PT. BSP-Pertamina hulu itu merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan TN Zamrud. TN Zamrud sendiri merupakan bagian tak terpisahkan dari home range atau wilayah jelajah yang termasuk dalam kantong habitat Semenanjung Kampar.

"Kehadiran sang raja hutan ke wilayah tersebut aadalah sebuah kewajaran alamiah yang menunjukkan bahwa kehidupan hutan di Siak masih terjaga," ujar Supartono.

Baca Juga:

Penampakan "Sang Datuk" bermula ketika dua pekerja PT. Bumi Siak Pusako (BSP) yang lewat di jalur akses WIP Zamrud, saat itu melihat sang predator sedang melangkah pelan. Spontan mereka mengabadikan momen langka tersebut yang kemudian viral di jagat maya hanya dalam hitungan jam.

"Lokasi itu berjarak sekitar 1,3 kilometer dari pos BBKSDA di Desa Dayun," terang Supartono.

Ketika tim BBKSDA Riau turun langsung melakukan verifikasi lapangan, ditemukan jejak-jejak berupa tapak kaki sepanjang 12 sentimeter di dua titik berbeda.

Sebenarnya ada kekhawatiran atas beredarnya video penampakan sang raja hutan yang kini diklasifikasikan sebagai Kritis (Critically Endangered) oleh IUCN Red List (International Union for Conservation of Nature) sejak tahun 1996. Klasifikasi ini adalah ancaman tertinggi untuk spesies yang masih hidup di alam liar.

Menyebarkan dokumentasi penampakan Sang Datuk, artinya sama dengan mengundang bahaya, baik bagi manusia yang merasakan ancaman, maupun ancaman bagi kelangsungan hidup dan kebebasan harimau itu sendiri.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Seram! Harimau Tiba-tiba Lompat ke Motor Agus di Mengkapan Siak
Pemuda di Dumai Hilang Setelah Diterkam Buaya
Hingga Dinihari, Warga dan Personil Polsek Gaung Jinakkan Buaya yang Masuk ke Perumahan
Dalam Waktu Tiga Hari, Dua Nyawa Melayang Akibat Serangan Harimau di Pelalawan
Dua Hari Dirawat, Nelayan Rohil yang Diterkam Buaya Meninggal Dunia
Bocah Perempuan di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau, Leher Luka Parah
komentar
beritaTerbaru