Bupati Siak Perjuangkan KITB Kembali Jadi PSN dan Revitalisasi Istana Siak
Bupati Siak Perjuangkan KITB Kembali Jadi PSN dan Revitalisasi Istana Siak
Pemerintahan
Kegiatan ini menjadi upaya nyata menanamkan kepedulian generasi muda sejak dini akan cinta alam dan lingkungan sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon.
Ketua Pokmas Laskar Mandiri Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Khaidir, mengatakan Sekolah Alam ini telah berjalan lebih dari dua tahun dan saat ini membina 40 murid Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.
Baca Juga:
Menurutnya, pertemuan rutin digelar setiap hari Minggu sebagai wadah membentuk generasi penerus konservasi mangrove di Sungai Apit.
"Perubahan iklim menjadi tantangan yang nyata. Karena itu, anak-anak sengaja ditempa untuk mencintai alam dan menjadi penjaga ekosistem mangrove di masa depan," ujarnya.
Baca Juga:
Ia menjelaskan, terdapat tiga target pembelajaran yang diberikan kepada peserta, yakni pengenalan ekologi mangrove, pendidikan karakter mencintai alam, serta pengenalan lingkungan sekitar.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari PT Imbang Tata Alam (ITA).
Area Manager PT Imbang Tata Alam, Hadi Purnawan, mengatakan PT ITA bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menekan emisi karbon yang telah berjaln selama beberapa tahun terakhir.
Ia mengaku bangga terhadap inisiatif Pokmas Laskar Mandiri yang konsisten memberikan edukasi kepada generasi muda untuk menjaga lingkungan.
Menurutnya, perusahaan berkomitmen mendukung keberlangsungan Sekolah Alam sebagai wadah mencetak generasi penjaga mangrove.
"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kecintaan terhadap alam dan kesadaran menjaga lingkungan," pintanya.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal menegaskan, menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan lingkungan sejak usia dini melalui Sekolah Alam merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Ia berharap program serupa dapat berkembang di kampung-kampung lainnya di Kabupaten Siak.
"Menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Semoga Sekolah Alam ini menjadi inspirasi dan dapat hadir di kampung-kampung lain," ujar Syamsurizal.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Siak juga meresmikan Rumah Bibit Mangrove Sekolah Alam Bakau. Kehadiran rumah bibit ini diharapkan menjadi pusat pembibitan sekaligus sarana edukasi yang memperkuat upaya pelestarian mangrove dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Kabupaten Siak.(inf/yo)
Bupati Siak Perjuangkan KITB Kembali Jadi PSN dan Revitalisasi Istana Siak
Pemerintahan
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sekolah Alam Bakau di Siak Cetak Generasi Penjaga Pesisir
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua orang karyawati salah satu swalayan di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, membuat laporan ke Polresta Pekanbaru,
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat akses dan mutu pendidikan. Salah satunya melalui ketersediaa
Pendidikan
Terima 485 Mahasiswa Kukerta UNRI, Bupati Bengkalis Harap Jadi Agen Perubahan di Masyarakat
Pemerintahan
Penambang Emas Liar Nyambi Jadi Bandar Sabu Disikat Satgas Anti Narkoba Riau
Hukrim
Misi Kemanusiaan Eskpedisi JALUR Polda Riau Tembus Pelosok Bagikan Bansos
Sosial
Turunkan Kadar Air, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Bersama Petani Jemur Jagung Hasil Panen Dibawah Sinar Matahari
Lingkungan
Kasmarni Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Pemerintahan
KolaborAksi Membangun Pekanbaru 242 Tahun Melangkah Menuju Kota yang Lebih Maju
Advertorial