Ini Paparan Cerdas Bupati Afni Soal Pencegahan Karhutla
"Mencegah lebih murah dan lebih baik daripada memadamkan"
Lingkungan
Pengungkapan tersebut bermula dari kecurigaan petugas keamanan bandara terhadap salah satu tas milik penumpang. Informasi itu kemudian diteruskan kepada personel Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Berdasarkan pemeriksaan dari pihak keamanan bandara, ada kecurigaan terhadap salah satu tas. Kemudian kami mendapat informasi bahwa barang tersebut diduga berisi narkotika," kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Riau, Kompol Ade Zaldi, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga:
Hasil pemeriksaan ditemukan lima bungkus barang yang diduga kuat merupakan sabu dengan berat keseluruhan sekitar satu kilogram lebih. Polisi kemudian mengamankan AY yang diketahui sebagai pemilik koper berdasarkan data dan bukti check-in penerbangan.
"Setelah kami lakukan pemeriksaan, ditemukan barang yang diduga narkotika jenis sabu. Ada lima bungkus dengan berat sekitar satu kilogram lebih," jelasnya.
Baca Juga:
Dalam aksinya, AY diduga menggunakan modus menyembunyikan sabu di dalam koper. Barang haram tersebut ditata dan dilipat sedemikian rupa sehingga menyerupai pakaian untuk mengelabui pemeriksaan. Modus tersebut memiliki kemiripan dengan pengungkapan kasus narkotika sebelumnya.
"Modusnya hampir sama dengan pengungkapan sebelumnya. Barang dimasukkan ke dalam koper dan dibuat sedemikian rupa menyerupai lipatan baju, kemudian disamarkan di antara pakaian," ungkapnya.
Meski memiliki kemiripan modus, polisi belum menemukan adanya keterkaitan AY dengan jaringan narkotika yang sebelumnya berhasil diungkap.
"Untuk sementara belum ada keterkaitan dengan jaringan yang sebelumnya. Namun ini masih terus kami kembangkan," katanya.
Polisi kini mendalami asal barang haram tersebut pengendali jaringan, tujuan akhir pengiriman, serta kemungkinan adanya keterlibatan jaringan narkotika yang lebih besar.
Dari pemeriksaan awal, AY mengaku mendapat tawaran untuk membawa sabu tersebut ke Jakarta. Sebagai imbalan, ia dijanjikan upah sebesar Rp10 juta. Namun, uang tersebut baru akan diberikan setelah barang berhasil sampai di Jakarta.
"Upah yang dijanjikan kepada tersangka sebesar Rp10 juta. Uang tersebut akan diberikan setelah barang sampai di Jakarta," terang Kompol Ade.
Selain upah, AY juga mendapatkan uang jalan sebesar Rp5 juta yang disebut berada di bawah kendali pengendali jaringan. Sementara tiket pesawat, penginapan dan kebutuhan perjalanan lainnya telah disiapkan oleh pihak yang mengendalikan pengiriman.
"Untuk uang jalan ada Rp5 juta yang dikendalikan oleh pengendali. Kemudian tiket pesawat, penginapan dan kebutuhan perjalanan lainnya sudah disiapkan oleh pengendali," jelasnya.
Dengan pola tersebut, AY diduga berperan sebagai kurir yang bertugas membawa sabu hingga ke Jakarta.
Polisi juga mengungkap perjalanan sabu tersebut sebelum akhirnya berada di tangan AY.
Berdasarkan keterangan tersangka, sabu tersebut sebelumnya diantar oleh seorang kurir dari Aceh. Barang kemudian dibawa melalui jalur darat menuju Medan, sebelum kembali dilanjutkan melalui jalur darat hingga ke Pekanbaru.
Setibanya di Pekanbaru, AY bersiap melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat menuju Jakarta.
"Dari keterangan tersangka, barang diantar oleh kurir yang berada di Aceh. Kemudian barang dibawa dari Aceh ke Medan melalui jalur darat, lalu dari Medan dibawa lagi melalui jalur darat ke Pekanbaru," kata Ade Zaldi.
Dalam pemeriksaan, AY juga mengaku bukan kali pertama menjalankan pekerjaan sebagai kurir narkotika.
Polisi menyebut AY telah dua kali melakukan aksi serupa.
Pada aksi pertama, ia juga menggunakan Pekanbaru sebagai salah satu titik perjalanan sebelum berhasil membawa narkotika tersebut hingga ke Jakarta.
"Dari keterangan tersangka, ini sudah yang kedua kalinya dia melakukan aksi seperti ini. Yang pertama juga melalui Pekanbaru dan berhasil sampai ke Jakarta," tutup Ade Zaldi.
Saat ini, penyidik Ditresnarkoba Polda Riau masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak yang merekrut AY, pengendali pengiriman, serta jaringan yang memasok sabu tersebut.
"Mencegah lebih murah dan lebih baik daripada memadamkan"
Lingkungan
Konten Creator BangEvan Promosikan Wisata Bono, Ipda Vicki Rizky Sampaikan Pesan Kamtibmas
Wisata
kabarmelayu.com,INHIL Haul Akbar Syekh Abdul Qodir AlJailani, Haul Syekh M. Ali bin Syekh Abdul Wahhab, serta Haul Jama yang di laksanaka
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi dan rotasi jabatan di Polda Riau. Posisi Kapolda Riau akan di
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Riau bekerja sama dengan Rumah Sehat Segar Jakarta menggelar bakti sos
Kesehatan
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengingatkan insan pers untuk memperkuat profes
TNI/Polri
Kapolri Rotasi Jabatan Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan Dipercaya Jadi Kabaharkam Polri
TNI/Polri
Dalam Sepekan Polres Kuansing Musnah 16 Rakit PETI
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Badan Kerja Sama AntarParlemen (BKSAP) DPR RI menyambut baik dilantiknya Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha C
Parlemen
kabarmelayu.com,ROHUL Tim monitoring Kanwil Dirjenpas Provinsi Riau melakukan pengawasan dan penertiban barang serta fasilitas pada blok d
Hukrim