Alarm Krisis Fiskal Kabupaten Bengkalis
Oleh Bagus SantosoSECARA konsisten, Kabupaten Bengkalis menempatkan dirinya sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi regional dengan menyumba
Opini
Kepala BWS Sumatera III Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU Daniel, ST, MT mengatakan, kondisi kerusakan DAS empat sungai besar di Riau tersebut saat ini mencapai 71-80 persen.
"Kalau ditanya kondisi DAS empat sungai besar itu, bisa dibilang sudah dalam kondisi kritis 71-80 persen," katanya, Jumat (31/7/2026/.
Baca Juga:
Dilanjutkannya, jika DAS -nya dalam kondisi rusak juga akan mempengaruhi kondisi sungainya. Karena tidak ada lagi hutan dan akar-akar kayu yang menahan apabila terjadi bencana. Karena banyak DAS yang sudah dijadikan area perkebunan.
"Terkait kerusakan DAS yang sudah banyak beralih menjadi area perkebunan ini, kami tidak menyalahkan salah satu pihak, tapi regulasi yang harus dibenahi," ujarnya.
Baca Juga:
Menurut Daniel, saat pemberian izin, seharusnya jika di wilayah tersebut terdapat sungai. Maka, di dalam izin harus dijelaskan bahwa di area sungai atau DAS tidak diperbolehkan ada aktivitas penanaman agar DAS masih tetap terjaga.
"Jadi saat penerbitan izin itu dikeluarkan secara gelondongan, padahal di dalamnya ada sungai yang ada DAS ya dan tidak boleh ada aktivitas perkebunan. Di Riau rata-rata itu perkebunan kelapa sawit," sebutnya.
Selain kerusakan DAS, kondisi empat sungai besar di Riau saat ini juga banyak mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Karena dibagian hulu sungai saat ini banyak aktivitas penambangan pasir dan juga emas.
"Total panjang empat sungai besar yang ada di Riau yakni sekitar 2.300 Km, dan kondisinya juga sudah banyak pendangkalan akibat aktivitas tambang. Untuk menanggulangi kondisi tersebut, tidak bisa hanya BWS saja tapi juga harus ada kolaborasi dari pemerintah daerah," ujarnya.
Akibat dari kerusakan DAS dan pendangkalan tersebut, beberapa permasalahan akan muncul. Seperti banjir yang tidak dapat dikendalikan, dan di saat musim kemarau akan mudah terjadi kekeringan.
Idealnya, kata Daniel jika lebar sungai 100-200 meter, sempadan yang harus terjaga 200 meter. Faktanya di lapangan, saat ini dari hulu ke hilir sudah tidak ada lagi.
Oleh Bagus SantosoSECARA konsisten, Kabupaten Bengkalis menempatkan dirinya sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi regional dengan menyumba
Opini
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Inhil H.Herman bersama Unsur Forkopimda mendampingi Kapolda Riau dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Concon
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau memastikan tidak ada kebijakan pemberhentian atau pemutusan hubungan kerja (PHK) terhad
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III mencatat, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Riau saat ini dalam kond
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perusahaan industri siminta untuk memperhatikan keberadaan zona penyangga (buffer zone) dalam pengembangan kaw
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menggelar tablig akbar bertajuk Riau Bershalawat bersama tokoh ulama
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 25 pelajar, mahasiswa, dan guru asal Jepang turun langsung menanam pohon di kawasan Taman Hutan Raya Su
Lingkungan
kabarmelayu.com,SUMEDANG Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi secara simbolis menerima penyerahan lulusan Institut Pemerintahan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Fun Pingpong Competition bertema Mempererat Sinergi SKK Migas EMP PWI Riau resmi dibuka di Kantor PWI Ri
Sosial
Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandis dan Personel Siapkan Kebutuhan Air untuk Tanaman Jagung
Lingkungan