Selasa, 07 Juli 2026 WIB
Didampingi BLH dan Diskanlut Pelalawan,

Kementerian LHK RI Ambil Sampel Air dan Ikan Mati di Outlet Limbah PT RAPP

Harijal - Jumat, 19 Agustus 2016 21:16 WIB
Kementerian LHK RI Ambil Sampel Air dan Ikan Mati di Outlet Limbah PT RAPP
ist.

PELALAWAN, kabarmelayu.com - Didampingi Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) ‎Kabupaten Pelalawan, Jumat (19/8/2016) perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI melalui K3S yang berkantor di Kota Pekanbaru,turun mengambil sampel limbah di outlet (buangan akhir) limbah industri PT RAPP yang berakhir di kanal utama dan satu titik lagi di sungai Kampar.  

Hal ini dibenarkan oleh Kepala BLH Pelalawan Syamsul Anwar SH,MH ‎melalui Kabid Pengawasan Akhtar kepada riaueditor.com, Jumat (19/8/2016). Dikatakan Akhtar, ada 1 anggota BLH yang mendampingi pihak LHK RI melalui K3S yang ada di Pekanbaru.

"Kalau BLH sendiri minimalkan ada 5 sampel yang diambil memang 2 sampel sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Propinsi Riau, namun kita akan lakukan penambahan sampel sekalian hari ini bersama Diskanlut yang mengambil sampel ikan dan pihak Kementerian LHK RI. Informasi terakhir sampel diambil dikoordinat kanal saluran outlet limbah PT RAPP dan sungai Kampar," ucap Akhtar.

Baca Juga:

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Pelalawan Wahidudin membenarkan bahwa salah satu anggotanya saat ini berada ‎di lokasi penemuan ikan mati dikanal dan juga dihamparan sungai Kampar.

"Arahan saya ke anggota yakni mengambil sampel dari lokasi tempat ikan mati dan juga ikan yang dikumpulkan masyarakat. Namun sampel yang dari masyarakat memakai berita acara. Ini untuk menjaga agar ikan-ikan yang benar mati berada di lokasi kanal atau dihamparan sungai Kampar," ungkapnya.

Baca Juga:

Ditambahkan Wahidudin, setelah sampel dikumpulkan, Diskanlut Pelalawan akan mengirimkan sampel ikan mati kepada Balai penelitian Dinas Perikanan Propinsi Riau di Pekanbaru.

"Secepatnya sampel ikan mati akan kita kirim ke Pekanbaru. Kita tunggu saja hasilnya," tukas Wahidudin. (zul)

SHARE:
beritaTerkait
Pertama di Riau, Bupati Herman Resmikan Layar Digi Tembilahan
Pemkab Solok Sambangi TRC 112 Pekanbaru
Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter
Bupati Afni: Keterbatasan Fiskal Tidak Mengurangi Komitmen Pemkab Siak Membangun Daerah
PSPS Ungkap Strategi Jelang Musim 2026-2027
Restorative Justice, Kejari Rohul Bebaskan Tersangka Pencurian dan Pengancaman
komentar
beritaTerbaru