Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Danrem 031/Wirabima: Pratu Wahyudi Bukti Nyata TNI Bertaruh Nyawa Padamkan Api

Harijal - Kamis, 25 Agustus 2016 12:30 WIB
Danrem 031/Wirabima: Pratu Wahyudi Bukti Nyata TNI Bertaruh Nyawa Padamkan Api
penrem031/wirabima

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kamis (25/8/2016), Ikut membantu memadamkan kebakaran hutan, Prajurit TNI Detasemen Rudal 004 Dumai, Pratu Wahyudi yang dilaporkan hilang sejak 18 Agustus lalu, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi tewas di lokasi Karhutla.

Tewasnya seorang anggota TNI ini kembali mengingatkan kembali terhadap beratnya medan tugas yang dilalui para prajurit demi memadamkan api. Apalagi, tidak sedikit yang curiga kebakaran hutan sebagai proyek pemerintah dan menuding TNI bergerak lambat dalam mengatasinya.

Bersama Polri, SAR, dan BNPB, personel TNI selalu berada di barisan terdepan. Mereka mempertaruhkan nyawa demi memadamkan kebakaran hutan.

Baca Juga:

Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, M.Si (Han) mengatakan, para prajuritnya telah mempertaruhkan nyawa dalam memadamkan kebakaran hutan karena medannya pun dianggap sama seperti berjuang dalam peperangan.

“para Prajurit saya yang memadamkan api dengan selang itu bukanlan hal yang sepele, tapi sangat berbahaya”, ujar Danrem.

Baca Juga:

Danrem sangat mengapresiasi kerja keras para prajuritnya dalam melawan api di lokasi Karhutla, karena tugas ini tidak kalah dengan bertugas di daerah operasi, di medan lahan gambut dengan variasi kedalaman yang berbeda merupakan suatu ancaman luar biasa. (Penrem 031/Wirabima)

 

SHARE:
beritaTerkait
Sepakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil
Wako Agung Nugroho Launching Logo HUT Pekanbaru Ke-242, Ini Maknanya
Terbitkan SP3 Dugaan Pemerasan dan Penggelapan, Kapolri hingga Jajaran Polda Lampung Dipraperadilankan di PN Jaksel
Jeritan Transmigran Air Balui, Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria
Pelaku Teror Pocong di Kulim Diamankan Polisi Tak Benar, Ternyata ODGJ
Setelah Tuntaskan Rukun dan Wajib Haji, Jemaah Asal Desa Pulau Payung Kampar Wafat di Tanah Suci
komentar
beritaTerbaru